Site icon Trotoar.id

Pasar Pa’baeng-baeng Terbakar, Munafri Targetkan Los Pedagang Kembali Dipakai 2–3 Minggu

IMG 20260902 WA0063 scaled

MAKASSAR, Trotoar.id—Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat memulihkan aktivitas perdagangan di Pasar Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, setelah sejumlah los pedagang terdampak kebakaran.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menargetkan proses perbaikan los yang terdampak dapat dirampungkan dalam waktu 2–3 minggu, sehingga pedagang bisa kembali menjalankan aktivitas usahanya.

Target tersebut disampaikan Munafri saat meninjau langsung lokasi kebakaran, Rabu (2/9/2026). Ia menyusuri area pasar yang terdampak sekaligus berdialog dengan pedagang untuk mengetahui kebutuhan mereka pascakebakaran.

Menurut Munafri, penanganan pasar memiliki karakter berbeda dengan penanganan kebakaran di kawasan permukiman.

Jika pada permukiman fokus utama adalah memastikan kebutuhan tempat tinggal korban, di pasar pemerintah harus segera memulihkan infrastruktur agar aktivitas ekonomi kembali berjalan.

“Sama halnya dengan yang di pasar, ini sangat berbeda karena ini tempat jualan bukan tempat tinggal. Yang harus kita perbaiki secepatnya adalah infrastruktur los-los yang ada seperti atap yang kena api dan sebagainya,” ujar Munafri.

Ia menilai percepatan rehabilitasi menjadi penting karena semakin lama los tidak dapat digunakan, semakin besar pula dampaknya terhadap penghasilan pedagang.

“Ini perlu supaya cepat ada rehabilitasi untuk memastikan mereka kembali bisa jualan. Saya tadi sudah melihat kira-kira 2–3 minggu proses ini kita akan jalankan untuk memastikan los-los tempat jualan ini bisa dipergunakan kembali untuk para pedagang melakukan kegiatan usahanya,” jelasnya.

Selain mempercepat perbaikan fisik, Munafri juga memberi perhatian terhadap kondisi ekonomi pedagang yang terdampak kebakaran.

Sejumlah pedagang menyampaikan kebutuhan modal untuk kembali mengisi barang dagangan dan memutar usaha setelah mengalami kerugian akibat kebakaran.

Menindaklanjuti hal tersebut, Munafri meminta jajaran kelurahan dan kecamatan melakukan pendataan pedagang terdampak untuk kemudian difasilitasi memperoleh akses pembiayaan melalui perbankan.

Skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu opsi yang akan didorong agar pedagang memiliki tambahan modal untuk kembali menjalankan usahanya.

“Kita akan mempertemukan melalui Pak Lurah, Pak Camat, yang ada di sini untuk kami akses melalui proses permodalan tambahan. Melalui bank-bank yang sistem penyaluran KUR dan sebagainya,” ungkapnya.

Menurutnya, pemulihan pascakebakaran tidak cukup hanya dengan membangun kembali los yang rusak. Pedagang juga harus dibantu agar memiliki kemampuan untuk kembali menjalankan roda usaha.

Kebakaran Pasar Pa’baeng-baeng juga menjadi momentum bagi Pemkot Makassar untuk mengevaluasi sistem pencegahan dan penanganan kebakaran di seluruh pasar.

Munafri meminta PD Pasar melakukan pemeriksaan terhadap sarana keselamatan, khususnya alat pemadam api ringan (APAR) dan hidran.

Keduanya harus dipastikan tersedia, berfungsi dan mudah digunakan ketika terjadi kondisi darurat.

“Mulai dari sekarang dicek seluruh pasar-pasar yang ada untuk keaktifan alat-alat untuk bisa memberikan pertolongan pertama ketika terjadi hal-hal yang seperti ini,” tegasnya.

Selain peralatan pemadam, instalasi kelistrikan juga menjadi perhatian.

Munafri meminta seluruh jaringan listrik di pasar diperiksa dan ditata untuk mengantisipasi potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran.

“Listriknya jangan asal colok, jangan disambung-sambung sembarangan. Pastikan instalasi listriknya aman supaya tidak mudah mengakibatkan korsleting,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version