MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai menyiapkan strategi konsolidasi organisasi menghadapi agenda politik mendatang.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah penataan kepengurusan DPD II Golkar di seluruh kabupaten/kota yang ditargetkan rampung hingga Desember 2026.
Namun, konsolidasi tersebut tidak sekadar diarahkan untuk menyelesaikan agenda Musyawarah Cabang (Muscab).
Golkar Sulsel juga mulai memetakan figur yang dinilai paling layak untuk menjadi nahkoda partai di masing-masing daerah. Penentuan ketua DPD II nantinya akan diawali dengan survei terhadap kader-kader internal.
Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, menegaskan partainya tidak ingin terburu-buru menentukan figur yang akan memimpin Golkar di tingkat kabupaten/kota.
Menurutnya, proses tersebut harus diawali dengan pemetaan yang objektif untuk melihat kapasitas dan elektabilitas kader internal.
“Saya mau survei dulu siapa kader internal yang dianggap layak dan mumpuni untuk memimpin Golkar di kabupaten/kota,” kata Ilham Arief Sirajuddin saat berbincang dengan sejumlah media di Makassar beberapa waktu lalu.
Bagi Ilham, memilih ketua DPD II bukan semata persoalan pergantian struktur organisasi.
Posisi tersebut dinilai sangat strategis karena ketua di tingkat kabupaten/kota akan menjadi salah satu penentu kuat kemampuan Golkar menggerakkan mesin politik hingga ke akar rumput.
Ia menilai kabupaten/kota merupakan motor utama pergerakan Golkar dalam menghadapi Pemilu mendatang.
Karena itu, sosok yang dipercaya memimpin partai di daerah harus memiliki kemampuan organisasi, loyalitas kepada partai, sekaligus pengaruh yang kuat di wilayahnya masing-masing.
“Motor penggerak Partai Golkar pada Pemilu mendatang ada di kabupaten/kota. Jadi kita harus mencari pemimpin atau nahkoda yang punya kemampuan dan loyalitas tinggi terhadap partai,” tegasnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan Golkar Sulsel mengejar target politik yang lebih besar.
Ilham menargetkan perolehan kursi Golkar di DPRD Sulsel meningkat signifikan, dari posisi saat ini sebanyak 14 kursi menjadi 22 kursi pada Pemilu mendatang.
Target tersebut bukan sekadar angka. Ilham ingin Golkar kembali mengulang capaian politik yang pernah diraih ketika dirinya memimpin DPD I Golkar Sulsel.
Untuk mewujudkannya, ia menyadari kekuatan partai harus dibangun dari daerah dengan memastikan setiap DPD II memiliki kepemimpinan yang solid dan mampu bekerja secara efektif.
“Kita punya target besar di Pemilu. Kalau kita tidak aktif menyiapkan pondasi di daerah, kita akan kewalahan. Ujung tombak ada di daerah, sehingga kita ingin orang yang menjadi pemimpin adalah orang yang memiliki pengaruh besar di wilayah masing-masing,” ujar Ilham.
Dengan target Muscab DPD II rampung pada Desember 2026 dan proses survei kader mulai disiapkan, Golkar Sulsel tampaknya ingin menjadikan konsolidasi kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi.
Penentuan figur ketua DPD II akan menjadi ujian awal apakah mesin politik Golkar di 24 kabupaten/kota mampu dipacu untuk mengejar target 22 kursi DPRD Sulsel pada Pemilu mendatang.

