Site icon Trotoar.id

Masih Kelas 4 SD, Fadil Sudah Jadi Petani Modern: Punya Sawah hingga Bisa Operasikan Combine Harvester

IMG 20260904 WA0036

SIDRAP, Trotoar.id — Menjadi petani modern ternyata tak harus menunggu dewasa.

Fadil, siswa kelas 4 sekolah dasar asal Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), telah terlibat langsung mengelola pertanian, bahkan mampu mengoperasikan mesin combine harvester secara mandiri.

Di usianya yang masih belia, Fadil bukan hanya membantu orang tuanya bertani. Ia juga telah memiliki sawah sendiri dan sebuah mesin combine harvester yang digunakan dalam aktivitas pertanian.

Kisah Fadil mencuri perhatian saat Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menghadiri panen padi di lahan milik Biding, Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, Kamis (3/9/2026).

Bagi Syaharuddin, Fadil merupakan gambaran menarik tentang bagaimana regenerasi petani dapat dimulai sejak dini, sekaligus menunjukkan bahwa pertanian semakin terbuka bagi generasi muda melalui pemanfaatan teknologi.

“Anak muda seperti Fadil harus menjadi contoh. Dia membantu orang tuanya, memiliki sawah sendiri, punya combine harvester, bahkan bisa mengoperasikannya. Ini menunjukkan bahwa bertani bisa menjadi pilihan masa depan,” kata Syaharuddin.

Menurutnya, wajah pertanian saat ini telah berubah. Bertani tidak lagi identik dengan pekerjaan yang sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia dan cara-cara konvensional.

Mekanisasi dan penguasaan teknologi justru menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian sekaligus membuka ruang lebih besar bagi generasi muda untuk terjun ke sektor tersebut.

“Dengan penguasaan teknologi, anak muda juga dapat menjadi bagian penting dalam modernisasi pertanian,” ujarnya.

Kisah Fadil hadir bersamaan dengan kabar positif dari hasil panen petani Sidrap.

Lahan seluas satu hektare milik Biding mampu menghasilkan nilai panen sekitar Rp78 juta, meski petani menghadapi tantangan musim kekeringan.

Syaharuddin mengapresiasi ketangguhan petani yang tetap mampu mempertahankan produktivitas di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Dalam keadaan sekarang kita memasuki musim kekeringan. Alhamdulillah, kita masih bisa panen raya dan masyarakat bisa menikmati hasilnya,” katanya.

Tak hanya produksi, kondisi harga gabah juga dinilai masih memberikan keuntungan bagi petani. Harga gabah saat ini berada di kisaran Rp7.800 hingga Rp8.000 per kilogram.

Syaharuddin menyebut penyerapan gabah berlangsung cepat dan pembayaran dilakukan secara tunai. Kondisi tersebut dinilai memberikan kepastian pendapatan bagi petani setelah melewati proses produksi yang membutuhkan waktu dan biaya.

“Gabah cepat terserap dan langsung dibayar tunai. Ini tentu memberikan kepastian bagi petani setelah bekerja dan mengeluarkan biaya selama masa tanam,” ujarnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sidrap, keberadaan anak seperti Fadil menjadi sinyal bahwa regenerasi petani masih memiliki peluang besar untuk tumbuh.

Teknologi dan mekanisasi dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk mengubah persepsi generasi muda terhadap sektor pertanian.

Bertani tidak lagi semata-mata pekerjaan tradisional, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang dikelola dengan teknologi, keterampilan, dan perhitungan ekonomi.

Syaharuddin berharap kisah Fadil dapat menginspirasi lebih banyak anak muda di Sidrap untuk tidak memandang pertanian sebagai sektor yang tertinggal.

Justru sebaliknya, dengan penguasaan teknologi dan dukungan mekanisasi, generasi muda dapat menjadi motor penggerak pertanian modern sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pangan di daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas Pemdes PPA Andi Surya Praja Hadiningrat, Camat Maritengngae Firman, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Exit mobile version