MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, menantang mahasiswa baru Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar untuk tidak menjadikan prestasi akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama menjalani perkuliahan.
Menurut Nurkanaah, mahasiswa harus membangun karakter, integritas, kemampuan berkomunikasi, sekaligus keberanian melahirkan inovasi yang dapat menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan Nurkanaah saat menjadi narasumber pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar di Gedung Auditorium UIN Alauddin Makassar, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UIN Alauddin Makassar bersama jajaran pimpinan universitas, dosen Fakultas Sains dan Teknologi, serta mahasiswa baru peserta PBAK.
Dalam arahannya, Nurkanaah menegaskan bahwa bangku perguruan tinggi seharusnya tidak hanya menjadi tempat mengejar nilai, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan yang terus berubah.
“Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu, manfaatkan masa perkuliahan dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga bangun karakter, integritas, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Nurkanaah.
Nurkanaah secara khusus mendorong mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi mengambil peran lebih besar dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia menilai perkembangan teknologi yang begitu cepat membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai keahlian teknis, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dan kepekaan terhadap persoalan sosial.
Mahasiswa, kata dia, memiliki peluang besar menghasilkan inovasi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Namun, kemajuan teknologi tetap harus berjalan beriringan dengan nilai moral, integritas, dan budaya bangsa.
Pesan tersebut dinilai penting agar penguasaan teknologi tidak berhenti pada kemampuan menciptakan produk atau sistem, tetapi mampu diarahkan untuk menyelesaikan persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Nurkanaah juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Pemerintah Kabupaten Sidrap di berbagai sektor.
Di antaranya sektor pertanian, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, pengembangan sumber daya manusia hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap berbagai program dan capaian pembangunan tersebut dapat menjadi gambaran bagi mahasiswa mengenai kebutuhan nyata di daerah yang membutuhkan sentuhan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Menurutnya, mahasiswa tidak harus menunggu hingga menyelesaikan pendidikan untuk mengambil bagian dalam pembangunan. Gagasan dan kompetensi yang diperoleh di kampus dapat mulai diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa, untuk bersama-sama menghadirkan gagasan dan inovasi bagi kemajuan daerah,” tambahnya.
Nurkanaah juga mengingatkan mahasiswa baru agar menjadikan masa kuliah sebagai proses pembentukan diri, bukan sekadar mengejar gelar.
Ia mendorong mahasiswa menjalani pendidikan dengan disiplin, penuh tanggung jawab, serta terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan bekal akademik, karakter, integritas, dan kemampuan berinovasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
PBAK Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, budaya kampus, serta kehidupan kemahasiswaan sebelum memasuki proses perkuliahan secara penuh.

