SIDRAP, Trotoar.id — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memiliki beragam potensi sumber daya manusia dan ekonomi.
Namun, potensi tersebut belum cukup jika tidak diolah menjadi kekuatan yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.
Persoalan itulah yang akan menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Forum Bincang Santai Orang Sidrap (BISA ORASI) ke-2 yang digelar di Rumah Jabatan Wakil Bupati Sidrap, Sabtu (5/9/2026).
Mengangkat tema “Membangun SDM dan Ekonomi Sidrap: Dari Potensi Menjadi Kekuatan,” forum ini menghadirkan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas), Prof. Dr. Mursalim Nohong, S.E., M.Si., CWM, sebagai salah satu narasumber utama.
Kehadiran akademisi dari salah satu perguruan tinggi terkemuka di Sulawesi Selatan itu diharapkan membuka perspektif baru mengenai bagaimana Sidrap dapat mengembangkan potensi daerah, khususnya sektor ekonomi dan sumber daya manusia, agar memiliki nilai tambah serta daya saing.
Selain Prof. Mursalim Nohong, BISA ORASI ke-2 juga menghadirkan Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, S.H., M.Si., Muh. Nur Wahid, S.Psi., LCPC, HCGA & Legal Manager Browcyl sekaligus Professional Coach, serta Anggota DPRD Kabupaten Sidrap H. Pathuddin, S.T., M.Si.
Ketua ISA Sidrap, Hasdar Haedar, mengatakan BISA ORASI dirancang sebagai ruang bertemunya berbagai perspektif untuk membicarakan persoalan dan masa depan Sidrap secara terbuka.
Menurutnya, forum tersebut tidak hanya ingin membahas apa yang dimiliki Sidrap, tetapi lebih jauh mendorong lahirnya gagasan mengenai bagaimana potensi tersebut dapat dikelola dan dikembangkan menjadi kekuatan daerah.
“Kehadiran Prof. Mursalim di BISA ORASI ke-2 ini diharapkan mampu menghadirkan ruang diskusi yang hangat untuk menggali potensi-potensi strategis yang dimiliki Sidrap sekaligus merumuskan gagasan nyata untuk mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi dan sumber daya manusia yang berdaya saing,” ujar Hasdar Haedar.
Ia menilai pembangunan daerah tidak dapat hanya bertumpu pada kekayaan potensi yang tersedia. Diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, kolaborasi lintas sektor, serta keberanian untuk menerjemahkan gagasan menjadi program dan langkah konkret.
Karena itu, BISA ORASI diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan akademisi, pemerintah, profesional, politisi, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya dalam membicarakan strategi pembangunan Sidrap.
Pembahasan akan diarahkan pada sejumlah isu strategis, mulai dari peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi lokal, optimalisasi potensi daerah, hingga peluang menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Hasdar berharap diskusi tersebut tidak berhenti sebagai forum bertukar gagasan. Lebih dari itu, pemikiran yang muncul diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus kontribusi bagi pembangunan Sidrap.
“Pembangunan membutuhkan gagasan, tetapi gagasan juga harus diterjemahkan menjadi tindakan. Kami berharap BISA ORASI dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pemikiran-pemikiran tersebut,” ujarnya.
BISA ORASI sendiri diharapkan terus berkembang menjadi forum yang mempertemukan tokoh, akademisi, profesional, politisi, dan masyarakat Sidrap dalam suasana santai, tetapi tetap substantif.
Dengan format tersebut, ISA Sidrap ingin menjadikan forum ini sebagai ruang publik untuk membicarakan berbagai persoalan strategis sekaligus mencari gagasan baru bagi masa depan Kabupaten Sidrap. (*)

