Site icon Trotoar.id

Temui Gubernur, IAS Tegaskan Golkar Sulsel Sejalan dengan Pemerintahan Sudirman-Fatma

IMG 20260908 WA0062 scaled

MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menemui Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa (8/9/2026).

Pertemuan tersebut dikemas dalam suasana santai dan cair. Namun, di balik agenda silaturahmi itu terselip pesan politik yang cukup jelas Golkar Sulsel menegaskan kembali posisinya sebagai bagian dari kekuatan yang siap mengawal pemerintahan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi.

IAS tidak datang seorang diri. Ia membawa kekuatan legislatif Golkar di DPRD Sulsel. Sebanyak 14 anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel hadir lengkap dalam pertemuan tersebut, menunjukkan soliditas partai di parlemen daerah.

Sementara Andi Sudirman didampingi Kepala Bapenda Sulsel Andi Winarno bersama jajaran tenaga ahli Pemerintah Provinsi Sulsel.

Dalam pertemuan itu, IAS menegaskan bahwa keberpihakan terhadap pemerintahan merupakan bagian dari tradisi panjang Partai Golkar.

Sebagai partai yang memiliki sejarah panjang dalam pemerintahan, Golkar disebut memiliki karakter sebagai party of governance yang menempatkan stabilitas dan kesinambungan pembangunan sebagai bagian penting dari orientasi politiknya.

Tradisi tersebut, kata IAS, semakin relevan di Sulsel karena Golkar merupakan salah satu partai pengusung pasangan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi pada Pilkada sebelumnya.

“Hal ini sekaligus menjadi penguat Golkar Sulsel untuk selalu mendukung laju pemerintahan Sudirman-Fatma,” terang IAS.

Namun, dukungan tersebut tidak dimaknai sebagai sikap tanpa kritik. IAS menegaskan Fraksi Golkar DPRD Sulsel tetap memiliki tanggung jawab politik untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Golkar, kata dia, akan menempatkan diri sebagai mitra kritis yang konstruktif. Kebijakan yang pro-rakyat akan didukung, sementara kebijakan yang dinilai perlu diperbaiki akan tetap dikawal dan diberikan masukan.

Posisi tersebut menjadi penting karena Fraksi Golkar memiliki kekuatan representasi di DPRD Sulsel. Dengan 14 anggota yang hadir dalam pertemuan, Il

IAS ingin memastikan hubungan antara partai dan pemerintah tidak hanya dibangun melalui komunikasi politik, tetapi juga diterjemahkan dalam pengawalan kebijakan di lembaga legislatif.

“Kami akan mendukung penuh kebijakan yang pro-rakyat sekaligus tetap mengawal, mengoreksi, dan memberi masukan demi arah serta laju pembangunan yang tepat sasaran,” tegasnya.

Respons positif datang dari Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan komitmen Partai Golkar dalam mendukung sekaligus mengawal jalannya pemerintahan Provinsi Sulsel.

Pertemuan bahkan berlangsung semakin cair ketika Andi Sudirman menceritakan hubungan keluarganya dengan Partai Golkar. Ia menyebut ayahnya yang merupakan purnawirawan ABRI memiliki kedekatan dengan Golkar.

“Ayah saya karena purnawirawan ABRI, tentu orang Golkar. Meski sempat berpindah ke partai PKPI yang merupakan partai pecahan Golkar ketika itu, tapi ke-Golkar-an beliau selalu kami kenang,” jelas Sudirman.

Cerita tersebut memperlihatkan bahwa pertemuan IAS dan Andi Sudirman tidak sekadar menjadi agenda formal antara ketua partai dan kepala daerah.

Ada komunikasi politik yang dibangun dalam suasana kekeluargaan, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan kekuatan politik di parlemen.

Kehadiran lengkap 14 anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel juga menjadi sinyal bahwa kepemimpinan baru IAS ingin membangun hubungan yang solid antara struktur partai dengan kekuatan legislatifnya.

Di sisi lain, penegasan IAS mengenai posisi Golkar sebagai pendukung sekaligus mitra kritis pemerintah menunjukkan bahwa partai berlambang pohon beringin itu ingin menjaga dua kepentingan sekaligus memastikan pemerintahan berjalan stabil, tetapi tetap mempertahankan fungsi kontrol terhadap kebijakan publik.

Dengan fondasi tersebut, Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan IAS membuka babak baru hubungan politik dengan pemerintahan Sudirman-Fatma.

Dukungan politik tetap diberikan, tetapi pengawalan terhadap kepentingan masyarakat ditempatkan sebagai garis batas yang tidak boleh ditinggalkan.

Adapun 14 anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel yang hadir mendampingi IAS yakni Kadir Halid, Rahman Pina, Lukman B. Kady, Hj. Maryani Ali, Andi Ayu Andira, Sofyan Syam, Andi Patarai Amir, Andi Izman Maulana Padjalangi, Andi Muhammad Ikram, Zulkifli Zain, Fhireno Sakti Bassang, Yariana Somalinggi, Jasrum, dan Maarten Rampetondok.

Exit mobile version