Site icon Trotoar.id

Hadiri Bursa Wirausaha Sulsel, Aliyah Dorong UMKM Makassar Naik Kelas

IMG 20260915 WA0055 scaled

MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mendorong penguatan ekosistem usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui perluasan akses pembiayaan dan pasar.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan Sulawesi Selatan yang digelar Kementerian UMKM RI di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Universitas Hasanuddin, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang dihadiri Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman tersebut menjadi ruang pertemuan pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi dan lembaga pembiayaan untuk memperkuat kewirausahaan sekaligus membuka peluang pengembangan UMKM di Sulawesi Selatan.

Kehadiran Aliyah menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan naik kelas.

Penguatan tersebut mencakup akses permodalan, pendampingan, peningkatan kapasitas, kualitas produk hingga perluasan jaringan pemasaran.

Dalam kegiatan itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyerahkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada sejumlah pelaku UMKM.

Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing.

Usai penyerahan KUR, Aliyah didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar Arlin Ariesta meninjau langsung stan pameran.

Ia melihat berbagai produk unggulan yang ditampilkan pelaku UMKM sekaligus berdialog dengan sejumlah pengusaha mengenai perkembangan usaha mereka.

Aliyah menilai UMKM memiliki posisi strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

Karena itu, pemerintah tidak cukup hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga perlu memastikan pelaku usaha memperoleh pendampingan dan akses pasar yang berkelanjutan.

“UMKM merupakan salah satu kekuatan ekonomi daerah. Pemerintah tentu terus mendorong agar pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang, naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujar Aliyah.

Menurutnya, pembiayaan seperti KUR harus dimanfaatkan secara produktif untuk mengembangkan usaha.

Modal yang tersedia perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk maupun pengembangan pasar sehingga berdampak langsung terhadap pertumbuhan usaha.

“ Kita berharap bantuan pembiayaan seperti KUR benar-benar dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha. Di sisi lain, pameran seperti ini juga penting karena membuka peluang promosi dan mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas,” lanjutnya.

Aliyah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, lembaga pembiayaan serta pelaku usaha dinilai perlu bergerak bersama untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada pembiayaan, tetapi juga inovasi dan keberlanjutan usaha.

Bursa Wirausaha Unggulan Sulawesi Selatan menghadirkan lokakarya, ekspos produk, layanan usaha hingga inkubasi bisnis. Kegiatan tersebut menargetkan sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas mahasiswa calon wirausaha dan pelaku UMKM yang telah melalui proses kurasi.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperluas jejaring UMKM Sulawesi Selatan, termasuk pelaku usaha dari Kota Makassar.

Dengan akses modal, pendampingan, promosi dan pasar yang semakin terbuka, UMKM diharapkan mampu tumbuh lebih kuat, kompetitif dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah. (*)

Exit mobile version