Site icon Trotoar.id

Jalan Aroepala Tuntas Dibeton, Akses Makassar-Gowa Mulai Lancar

IMG 20260917 WA0015 scaled

MAKASSAR, Trotoar.id — Proyek peningkatan Jalan Aroepala yang menjadi salah satu jalur strategis penghubung Kota Makassar dan Kabupaten Gowa memasuki tahap penting.

Ruas jalan tersebut kini tuntas dibeton melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dua lajur Jalan Aroepala menuju Kabupaten Gowa telah dapat dilalui kendaraan. Kondisi tersebut mulai membuat arus lalu lintas di kawasan itu kembali lancar.

Sementara dari arah Kabupaten Gowa menuju Kota Makassar, baru satu lajur yang difungsikan.

Lajur lainnya masih ditutup karena konstruksi beton masih menunggu masa pematangan sebelum sepenuhnya dibuka untuk lalu lintas.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan pembukaan lajur dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kekuatan struktur beton.

“Sebagian lajur masih ditutup karena umur betonnya belum mencukupi. Pembukaan dilakukan secara bertahap mempertimbangkan kekuatan konstruksi. Jika sudah mencapai usia 29 hingga 35 hari, seluruhnya akan dibuka,” jelas Andi Ihsan, Kamis (16/9/2026).

Ruas Jalan Aroepala yang ditangani memiliki panjang sekitar 1,8 kilometer dan masuk dalam Paket 1 MYP Tahun Anggaran 2025–2027.

Konstruksi jalan menggunakan sistem rigid pavement atau perkerasan beton semen dengan total ketebalan 40 sentimeter.

Lapisan tersebut terdiri atas lean concrete atau beton dasar setebal 10 sentimeter dan concrete pavement sebagai beton utama setebal 30 sentimeter.

Andi Ihsan menjelaskan, beton membutuhkan waktu minimal 28 hari untuk mencapai kekuatan standar sesuai perencanaan teknis.

Pemprov Sulsel memilih memberikan waktu hingga sekitar 35 hari sebagai langkah untuk memastikan konstruksi benar-benar siap menerima beban kendaraan.

“Kalau dipaksakan buka sebelum waktunya, risiko kerusakan struktur sangat besar,” ujarnya.

Pemilihan konstruksi beton bukan tanpa alasan. Kondisi kawasan Aroepala yang kerap tergenang saat hujan menjadi salah satu pertimbangan utama Pemprov Sulsel meninggalkan pola pemeliharaan jalan berbasis aspal di ruas tersebut.

Menurut Andi Ihsan, lapisan aspal di Jalan Aroepala sebelumnya telah beberapa kali diperbaiki. Namun, persoalan genangan membuat kerusakan kembali terjadi sehingga membutuhkan biaya pemeliharaan berulang.

“Daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Kalau terus menggunakan aspal, biaya pemeliharaannya menjadi sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, kami memilih rigid beton agar lebih awet dan penggunaan anggaran jangka panjang lebih efisien,” tegasnya.

Pekerjaan MYP tersebut tidak hanya menyasar badan jalan. Proyek juga mencakup pembangunan bahu jalan dan trotoar dengan lebar berkisar 2,5 hingga 3,5 meter.

Sementara untuk mengantisipasi persoalan genangan, sistem drainase turut dibangun dengan saluran berdiameter sekitar 1,2 meter. Dimensi dan elevasinya disesuaikan dengan kondisi kawasan agar aliran air dapat diarahkan menuju kanal utama.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat bersabar selama proses pengerjaan berlangsung. Menurutnya, pembukaan ruas jalan dilakukan secara bertahap untuk menjaga kualitas konstruksi.

“Kami memohon kesabaran masyarakat karena seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap agar kualitasnya tetap terjaga dan hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang,” ucap Andi Sudirman.

Exit mobile version