Site icon Trotoar.id

Cegah Kekerasan, Pemkab Bulukumba Dorong Perempuan Makin Berdaya dan Mandiri

IMG 20260919 WA0037

BULUKUMBA, Trotoar.id — Upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bulukumba tidak hanya dilakukan melalui penguatan perlindungan, tetapi juga dengan mendorong perempuan semakin berdaya dan mandiri secara ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Bulukumba menilai kemandirian perempuan, dukungan keluarga, serta lingkungan sosial yang aman menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus mencegah terjadinya kekerasan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Bulukumba di Ruang Kahayya Gedung Pinisi, Kamis (17/9/2026).

Mengangkat tema “Perempuan Penopang Keluarga, Tangguh, Mandiri, dan Bebas dari Kekerasan”, kegiatan tersebut secara khusus mendorong penguatan kapasitas Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), termasuk melalui perlindungan sosial, pemenuhan hak ekonomi, dan penguatan kesetaraan gender.

Sosialisasi dibuka Sekretaris Daerah Bulukumba Muh. Ali Saleng. Kegiatan turut dihadiri Ketua TP PKK Bulukumba Andi Herfida Muchtar, Kepala DP2KBP3A Andi Mappatunru Asnur, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Hamrina Andi Muri, sejumlah kepala OPD, organisasi perempuan, Konselor PUSPAGA, serta unsur penyedia layanan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Dalam sambutannya, Muh. Ali Saleng menekankan bahwa pencegahan kekerasan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga, organisasi perempuan, maupun masyarakat.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan bukan semata meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memastikan perempuan memiliki ruang yang aman untuk berkembang, mengambil peran, dan berkontribusi dalam keluarga maupun lingkungan sosial.

“Keberadaan dan keterlibatan berbagai organisasi sangat penting dalam membangun kesadaran bersama untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan. Kita juga perlu memperkuat dukungan agar perempuan mampu berdaya, mandiri, serta terus berperan dalam keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.

Ketua TP PKK Bulukumba Andi Herfida Muchtar juga menyoroti posisi strategis perempuan dalam menjaga ketahanan ekonomi dan keharmonisan keluarga.

Ia mengajak perempuan yang menjadi penopang keluarga untuk terus meningkatkan kapasitas sekaligus membangun relasi keluarga yang saling menguatkan dan melindungi.

“Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi dan keharmonisan keluarga. Perempuan penopang keluarga, mari kita berdaya tanpa kekerasan, saling menguatkan, saling melindungi, dan bersama-sama membangun keluarga yang aman, mandiri, dan bermartabat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disparpora Bulukumba Hamrina Andi Muri menilai penguatan kemandirian ekonomi menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ketahanan keluarga.

Ia mendorong perempuan memiliki akses terhadap kegiatan ekonomi produktif dan kewirausahaan. Menurutnya, Bulukumba memiliki banyak pelaku UMKM perempuan yang dapat terus dikembangkan.

“Tekanan finansial dapat menjadi salah satu faktor yang memicu persoalan dalam keluarga. Olehnya itu, perempuan perlu didorong untuk berdaya melalui kewirausahaan. Terlebih di Kabupaten Bulukumba, banyak pelaku UMKM yang merupakan perempuan,” ungkapnya.

Menurut Hamrina, kewirausahaan bukan hanya tentang meningkatkan pendapatan keluarga. Lebih jauh, aktivitas ekonomi dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, sekaligus membangun kemandirian.

Dari sisi perlindungan, Konselor PUSPAGA Bulukumba Hj. Banri Alang menegaskan bahwa perempuan memiliki hak untuk hidup aman, dihargai, didengarkan, dan mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan.

“Perempuan berhak hidup aman, dihargai, didengarkan, dan dilindungi. Menjadi penopang keluarga bukan berarti harus menanggung kekerasan dalam diam,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat tidak menutup mata ketika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pencegahan, kata dia, harus dimulai dari keluarga dan diperkuat dengan lingkungan sosial yang aman serta responsif.

“Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah terhadap perempuan, dimulai dari keluarga hingga lingkungan sosial. Jika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak, jangan ragu untuk melaporkannya kepada UPTD PPA atau PUSPAGA agar dapat memperoleh pendampingan dan perlindungan,” tutupnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Bulukumba mendorong sinergi pemerintah, organisasi perempuan, keluarga, dan masyarakat agar pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada peningkatan ekonomi.

Lebih dari itu, perempuan diharapkan semakin memiliki kapasitas, kemandirian, dan keberanian untuk membangun keluarga yang tangguh sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Exit mobile version