Site icon Trotoar.id

Debit Sungai Saddang Menurun, Gubernur Sulsel Kerahkan Pompa Ponton Bantu Sawah Petani Pinrang

IMG 20260920 WA0023

PINRANG, Trotoar.id — Penurunan debit Sungai Saddang mulai memengaruhi ketersediaan air untuk lahan pertanian di Kabupaten Pinrang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merespons kondisi tersebut dengan memperkuat pompanisasi untuk menjaga pasokan air ke area persawahan.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meninjau langsung kondisi aliran primer Sungai Saddang di Desa Massewae, Kecamatan Duampanua, Pinrang, Minggu (20/9/2026).

Dalam peninjauan itu, Andi Sudirman didampingi Bupati Pinrang Irwan Hamid, Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Heriantono Waluyadi, serta unsur Forkopimda.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi jaringan irigasi sekaligus memastikan langkah penanganan terhadap berkurangnya debit air yang berdampak pada kebutuhan pengairan sawah masyarakat.

Andi Sudirman mengatakan, penanganan dilakukan secara bersama antara Pemprov Sulsel, Pemkab Pinrang, BBWS Pompengan Jeneberang, dan masyarakat.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah pompanisasi dengan mengambil air dari Sungai Saddang untuk menambah debit pada saluran primer. Selanjutnya, air tersebut dialirkan melalui jaringan sekunder dan tersier menuju area persawahan.

“Harapan kami air sungai yang ada bisa dipompa kembali supaya bisa menambah debit yang turun kepada jaringan sekunder dan tersier sampai ke sawah petani,” kata Andi Sudirman.

Untuk memperkuat langkah tersebut, Pemprov Sulsel menyerahkan 10 unit pompa ponton senilai Rp313,7 juta.

Bantuan sektor pertanian juga mencakup satu unit traktor roda empat, satu unit traktor roda dua, 10 unit pompa Alcon 3 inch, 10 unit pompa Alcon 6 inch, serta sembilan unit sumur bor.

Andi Sudirman mengatakan bantuan pompanisasi dan alat mesin pertanian (alsintan) tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan air sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian masyarakat.

“Tentu ini adalah usaha kita bersama. Kita memberikan bantuan pompanisasi dan alat alsintan, termasuk kita akan menyiapkan pompa lebih besar lagi,” ujarnya.

Namun, Gubernur menegaskan bahwa pompanisasi hanya menjadi bagian dari penanganan jangka pendek. Penurunan debit di hulu Sungai Saddang membutuhkan pembenahan sistem irigasi secara menyeluruh.

“Pada prinsipnya kekurangan debit di hulu Sungai Saddang, kita membutuhkan rehab besar. Ini Rp1,8 triliun kita usulkan ke pusat,” jelasnya.

Menurut Andi Sudirman, rehabilitasi tersebut diperlukan untuk memperbaiki sekaligus mengoptimalkan desain dan sistem jaringan irigasi sehingga distribusi air dapat menjangkau lahan pertanian secara lebih efektif.

Ia berharap usulan rehabilitasi senilai Rp1,8 triliun tersebut mendapat dukungan Pemerintah Pusat dan dapat direalisasikan untuk menjawab persoalan pengairan di kawasan pertanian yang bergantung pada sistem irigasi Sungai Saddang.

“Insyaallah, mudah-mudahan bisa dilakukan rehab besar dalam rangka memperbaiki dan bagaimana mengoptimalkan desain irigasi yang dapat terjangkau,” pungkasnya.

Exit mobile version