Site icon Trotoar.id

Wali Kota Munafri Ajak Muslimat NU Jadi Penggerak Gerakan Pilah Sampah di Makassar

IMG 20260920 WA0017

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Makassar mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan masyarakat mengelola sampah dari lingkungan keluarga.

Munafri mengajak Muslimat NU berkolaborasi dengan Dewan Lingkungan Kota Makassar untuk membangun gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar PC Muslimat NU Kota Makassar di Masjid HM Asyik, Minggu (20/9/2026).

Menurut Munafri, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah.

Perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah, menjadi bagian penting dari penyelesaian persoalan lingkungan.

Karena itu, Munafri berencana mempertemukan kembali Muslimat NU dengan Dewan Lingkungan Kota Makassar untuk merumuskan program bersama yang dapat memperkuat sistem pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat.

“Saya akan mempertemukan kembali Muslimat NU ini dengan Dewan Lingkungan untuk membuat program, untuk memastikan sistem pengelolaan lingkungan, pengelolaan sampah yang ada di Kota Makassar ini berjalan dengan baik,” kata Munafri.

Ia menilai Muslimat NU memiliki jaringan yang luas dan dekat dengan masyarakat. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan untuk menyampaikan edukasi sekaligus mendorong perubahan kebiasaan warga dalam menangani sampah.

Munafri juga mendorong pendekatan berbasis nilai keagamaan atau eko-teologi dalam membangun kesadaran lingkungan. Menurutnya, organisasi keagamaan dapat berperan dalam menanamkan pemahaman bahwa menjaga kebersihan dan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

“Kita ini yang mayoritas ini harusnya mampu menggerakkan ini, mampu mengaktifkan anggota-anggota kita untuk membawa atau mengangkat lingkungan ini untuk memberikan lingkungan yang bersih,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Munafri berharap gerakan pengelolaan sampah tidak berhenti pada program pemerintah, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang tumbuh di lingkungan masyarakat.

Ia menegaskan, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga keluarga harus bergerak dalam arah yang sama agar penanganan sampah dapat memberikan hasil yang berkelanjutan.

“Kalau kita tidak menyelesaikannya secara bersama-sama, tidak akan bisa selesai. Kalau bisa kita menyelesaikannya secara bersama-sama, pasti selesai itu persoalan,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version