Site icon Trotoar.id

Wisuda 603 Lulusan Poltekpar Makassar, Aliyah Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Pariwisata

IMG 20260920 WA0062

MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD ASITA Sulawesi Selatan, Aliyah Mustika Ilham, mendorong lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar tidak berhenti sebagai pencari kerja, tetapi mampu menjadi talenta yang menciptakan inovasi dan peluang baru di industri pariwisata.

Pesan tersebut disampaikan Aliyah saat menghadiri Wisuda Poltekpar Makassar Tahun 2026 di Lapangan Rektorat Poltekpar Makassar, Jalan Gunung Rinjani, Makassar, Sabtu (19/9/2026).

Sebanyak 603 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda tahun ini. Dari jumlah tersebut, lima lulusan meraih predikat cum laude, sementara 255 lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan.

Aliyah mengatakan, kelulusan bukanlah akhir dari proses pendidikan. Para wisudawan justru memasuki fase baru untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan vokasi.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Hari ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi menjadi awal untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan,” ujar Aliyah.

Menurutnya, perkembangan industri pariwisata membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan dan membaca peluang baru.

“Industri pariwisata terus berkembang. Kita membutuhkan generasi muda yang kreatif, adaptif, profesional, dan mampu membaca peluang,” tuturnya.

Aliyah berharap lulusan Poltekpar Makassar dapat mengambil peran dalam mengembangkan sektor pariwisata, khususnya di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.

Sebagai Ketua DPD ASITA Sulsel, ia menilai keterhubungan antara dunia pendidikan dan industri menjadi salah satu kunci dalam menciptakan SDM pariwisata yang relevan dengan kebutuhan lapangan.

Pendidikan vokasi, kata dia, memiliki ruang besar untuk menghubungkan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, mulai dari perjalanan wisata, perhotelan, kuliner, ekonomi kreatif hingga pengembangan destinasi.

“Pemerintah, dunia pendidikan, dan industri harus terus membangun kolaborasi. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menciptakan SDM pariwisata yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah,” katanya.

Aliyah juga mengapresiasi civitas akademika Poltekpar Makassar yang dinilai telah berperan dalam menyiapkan generasi muda dengan kompetensi di bidang pariwisata.

Ia berharap para lulusan tidak hanya membawa nama baik almamater, tetapi juga mampu menjadi duta yang memperkenalkan potensi wisata Makassar dan Sulawesi Selatan ke tingkat nasional hingga internasional.

“Makassar memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Karena itu, kita membutuhkan generasi muda yang mampu mengemas potensi tersebut menjadi sesuatu yang bernilai, menarik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Aliyah menilai, pengembangan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan destinasi, tetapi juga kualitas manusia yang berada di balik industri tersebut. Kreativitas, profesionalisme, kemampuan beradaptasi, serta integritas menjadi modal penting menghadapi persaingan industri pariwisata yang terus berkembang.

Kegiatan wisuda tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa, unsur Forkopimda, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin.

Bagi Aliyah, momentum wisuda sekaligus menjadi pengingat bahwa para lulusan memiliki tanggung jawab untuk membawa pengetahuan yang diperoleh dari kampus ke tengah masyarakat dan industri.

“Selamat melangkah dan berkarya. Jadilah generasi yang membawa perubahan positif, menjaga integritas, dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pariwisata,” pungkasnya.

Exit mobile version