Site icon Trotoar.id

Program Pelajar Sulsel Menabung Resmi Dimulai, Sasar 1.000 Pelajar di 20 Sekolah

IMG 20260924 WA0114 scaled

MAKASSAR, Trotoar.id Budaya menabung sejak usia sekolah mulai didorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Program Pelajar Sulsel Menabung (PSM) 2026.

Program yang diinisiasi Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III Sulawesi, Maluku dan Papua tersebut menyasar 1.000 pelajar di 20 sekolah SMA/sederajat di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros.

Program tersebut resmi dimulai melalui kegiatan Kick Off dan Training of Trainers (ToT) di Hotel Claro Makassar, Kamis (24/9/2026). Peresmian ditandai dengan penabuhan gendang oleh Sekretaris Daerah Sulsel Jufri Rahman.

Mengusung tema “Menabung Sejak Dini, Membangun Masa Depan Negeri”, program ini akan berlangsung selama dua bulan dengan melibatkan 100 pembina sekolah sebagai penggerak kebiasaan menabung di lingkungan pendidikan.

Sekda Sulsel Jufri Rahman menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, menabung bukan sekadar aktivitas menyisihkan uang, tetapi bagian dari proses membangun karakter dan kemampuan pelajar dalam merencanakan masa depan.

“Menabung itu merancang masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi karakter,” kata Jufri.

Ia menjelaskan, kebiasaan menabung mengajarkan pelajar untuk mengendalikan keinginan, menentukan prioritas, merencanakan kebutuhan, serta bertanggung jawab dalam mengelola keuangan pribadi.

Karena itu, Jufri berharap para guru yang menjadi pembina tidak hanya mengikuti program secara administratif, tetapi mampu menjadi penggerak kebiasaan menabung di sekolah masing-masing.

“Peran para guru yang menjadi pembina program ini nantinya bisa menjadi penggerak akselerasi keuangan di sekolahnya. Mari kita jadikan menabung sebagai budaya. Jadikan sekolah menjadi ruang pertama anak belajar untuk mengelola masa depannya,” ujarnya.

Kepala Kantor Perwakilan LPS III Sulawesi, Maluku dan Papua, Fuad Zaen, mengatakan Program Pelajar Sulsel Menabung dilaksanakan melalui kolaborasi lintas lembaga dan instansi.

LPS menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan untuk mendorong budaya menabung dan meningkatkan pemahaman keuangan di kalangan pelajar.

“Dengan kolaborasi lintas lembaga dan instansi, LPS bersama OJK, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, serta stakeholder terkait, untuk menumbuhkan budaya menabung di kalangan pelajar,” ungkap Fuad.

Menurut Fuad, program tersebut juga dilengkapi dengan kompetisi menabung. Konsepnya mengadopsi semangat Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Menabung yang selama ini dikenal dalam kegiatan Pramuka.

Para pelajar akan mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus mendapatkan apresiasi berdasarkan kategori penilaian yang telah ditetapkan.

Fuad mengungkapkan, tingkat inklusi keuangan di Sulawesi Selatan pada 2026 telah mencapai 94,27 persen. Namun, tingkat literasi keuangan masih berada di angka 61,03 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan relatif tinggi, namun masih diperlukan penguatan pemahaman dalam menggunakan dan mengelola layanan keuangan secara bijak.

“Melalui program ini menjadi langkah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar,” jelasnya.

Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan LJK OJK Sulselbar Arif Machfoed turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.

Ia berharap Program Pelajar Sulsel Menabung dapat membangun kebiasaan sekaligus karakter pelajar dalam mengelola keuangan sejak dini.

Dukungan juga disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Bayu Martanto.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya mengajarkan pelajar menyimpan uang, tetapi juga membangun kebiasaan merencanakan penggunaan uang secara lebih bijak.

Program Pelajar Sulsel Menabung diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama dua bulan.

Dengan keterlibatan sekolah, guru pembina, LPS, OJK, BI, dan pemerintah daerah, kebiasaan menabung diharapkan berkembang menjadi budaya pengelolaan keuangan di kalangan pelajar Sulawesi Selatan.

Exit mobile version