Site icon Trotoar.id

Sekda Jufri Rahman Apresiasi Dukungan BNI Perkuat Sekolah Rakyat di Sulsel

IMG 20260926 WA0012

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mengapresiasi dukungan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam memperkuat pelaksanaan Program Strategis Nasional Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan.

Apresiasi itu disampaikan Jufri saat mendampingi Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meninjau program BNI Sahabat Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat, Jalan Pajjaiyang, Makassar, Jumat (25/9/2026).

Mengusung tema “Mimpi yang Diberi Ruang”, program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi BNI dengan pemerintah untuk mendukung pengembangan ekosistem Sekolah Rakyat.

Dukungan yang diberikan mencakup literasi keuangan, digitalisasi sekolah, hingga penguatan kepedulian terhadap lingkungan.

Jufri menilai keterlibatan BNI menunjukkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan dunia usaha dan BUMN.

“Pendidikan merupakan pilar utama dalam mencetak generasi emas bangsa. Namun, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pembelajaran di dalam kelas, melainkan juga oleh kesiapan para siswa menghadapi tantangan dunia modern, digitalisasi, serta kepedulian terhadap lingkungan,” kata Jufri.

Ia menyebut terdapat tiga pilar utama dukungan BNI dalam program tersebut, yakni peningkatan literasi keuangan, digitalisasi Smart School, dan penerapan konsep Green School.

“Kami sangat bangga melihat tiga pilar utama bantuan yang disalurkan oleh BNI hari ini, seperti peningkatan literasi keuangan, digitalisasi Smart School, dan penerapan konsep Green School,” ujarnya.

Menurut Jufri, ketiga aspek tersebut memiliki keterkaitan dengan kebutuhan siswa di era modern.

Literasi keuangan membangun kemandirian sejak dini, digitalisasi mendorong pembelajaran yang adaptif, sementara konsep sekolah hijau menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

Karena itu, Jufri berpesan kepada para siswa agar tidak menyia-nyiakan berbagai fasilitas dan kesempatan yang telah diberikan melalui program tersebut.

“Gunakanlah kesempatan dan fasilitas ini sebaik-baiknya. Belajarlah dengan tekun, kelola tabungan kalian dengan bijak dan jadilah generasi yang pintar, tangguh, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat sejak awal dirancang dengan semangat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, BUMN, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia secara khusus mengapresiasi keterlibatan BNI yang sejak awal ikut mendampingi penyelenggaraan Sekolah Rakyat, terutama dalam penguatan literasi keuangan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya secara khusus berterima kasih kepada PT BNI (Persero) Tbk yang sejak awal mendampingi penyelenggaraan Sekolah Rakyat. BNI memberikan pendampingan kepada siswa Sekolah Rakyat dengan memperkuat literasi keuangan dan kepedulian terhadap lingkungan melalui fasilitasi pengelolaan sampah di Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.

Gus Ipul juga menjelaskan bahwa peserta didik Sekolah Rakyat tidak direkrut melalui pendaftaran umum.

Calon siswa dijangkau berdasarkan data sosial ekonomi nasional, kemudian mengikuti proses asesmen sebelum ditetapkan melalui tahapan pleno di tingkat kabupaten/kota dan provinsi dengan persetujuan orang tua.

Selain penguatan literasi keuangan dan lingkungan, BNI turut mendukung digitalisasi layanan Sekolah Rakyat. Salah satunya melalui penggunaan kartu siswa yang terhubung dengan sistem sekolah.

Sistem tersebut diharapkan membantu pemantauan aktivitas siswa secara lebih terintegrasi, termasuk aktivitas pembelajaran, ibadah, hingga kebutuhan makan siswa.

Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho mengatakan program tersebut berangkat dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki mimpi dan cita-cita yang berhak mendapatkan ruang untuk berkembang.

“Apapun cita-citanya, setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang dengan mempersiapkan masa depan yang jauh lebih baik,” kata Eko.

Ia menambahkan, pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, kemandirian, dan keberanian anak dalam mempersiapkan masa depan.

Dalam program tersebut, BNI juga memberikan dukungan berupa tabungan bagi siswa Sekolah Rakyat. Fasilitas tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus memperkenalkan literasi keuangan sejak dini.

Kolaborasi tersebut pada akhirnya memperluas fungsi Sekolah Rakyat. Bukan hanya sebagai ruang pembelajaran, tetapi juga sebagai ekosistem yang mendorong pembentukan karakter, kemandirian, kecakapan digital, literasi keuangan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Bagi Sulawesi Selatan, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi siswa Sekolah Rakyat untuk mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita mereka.

Exit mobile version