MAKASSAR, TROTOAR.ID — Konsolidasi internal Partai Golkar Sulawesi Selatan terus digenjot.
Korbid Kepartaian DPD Partai Golkar Sulsel mulai mematangkan sejumlah perangkat organisasi, mulai dari Petunjuk Teknis (Juknis) Musyawarah Daerah (Musda) kabupaten/kota hingga agenda kaderisasi dan penguatan keanggotaan melalui program “Ayo Bergolkar”.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat Korbid Kepartaian DPD Partai Golkar Sulsel di Kantor DPD Partai Golkar Sulsel, Senin (28/9/2026).
Rapat dipimpin Wakil Ketua Korbid Kepartaian, Armin Mustamin Toputiri, dan diikuti 18 pengurus dari sejumlah bidang.
Sejumlah agenda organisasi dibahas dalam rapat tersebut. Bidang Organisasi mendapat tugas mematangkan Juknis Musda kabupaten/kota, Juknis Tata Kerja Kepengurusan, serta Juknis Haluan Kerja Golkar Sulsel.
Penyusunan Juknis Musda menjadi salah satu agenda penting karena akan menjadi pedoman pelaksanaan Musda di 24 kabupaten/kota.
Dalam penyusunannya, ketentuan tersebut tetap mengacu pada Peraturan Organisasi (PO) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) yang diterbitkan DPP Partai Golkar.
Selain perangkat Musda, Bidang Organisasi juga membahas penyusunan personel Koordinator Wilayah (Korwil).
Korwil tersebut nantinya akan dimitrakan dengan Korbid Pemenangan Pemilu dalam menjalankan fungsi organisasi di wilayah masing-masing.
Sementara Bidang Keanggotaan dan Kaderisasi diarahkan untuk menyiapkan pelaksanaan Orientasi Pengurus sekaligus membenahi tata laksana administrasi keanggotaan.
Seluruh pengurus juga akan didorong untuk masuk dalam sistem administrasi keanggotaan partai.
Program “Ayo Bergolkar” turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Program ini diarahkan sebagai bagian dari upaya penggalangan sekaligus rekrutmen anggota baru Partai Golkar dengan membuka ruang partisipasi yang lebih luas.
Agenda kaderisasi juga dirancang tidak hanya berlangsung dalam format pembekalan di dalam ruangan.
Orientasi pengurus nantinya akan memadukan materi ke-Golkar-an secara indoor dengan kegiatan outdoor berupa outbound. Pelaksanaannya diupayakan tidak terlalu lama setelah pelantikan pengurus.
Di sektor kepemudaan dan perempuan, rapat membahas penyusunan struktur Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sulsel dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Sulsel.
Komposisi kepengurusan diarahkan untuk mengakomodasi fungsionaris Golkar yang belum masuk dalam struktur DPD Golkar Sulsel.
Selain itu, ruang partisipasi juga dibuka bagi kalangan pemuda dan perempuan potensial dari berbagai segmen sosial.
Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan struktur organisasi sekaligus memperluas basis kader di internal Partai Golkar Sulsel.
Untuk Juknis Tata Kerja, penyusunannya akan mengacu pada struktur kepengurusan DPD Partai Golkar Sulsel. Sementara Juknis Haluan Kerja akan disusun berdasarkan hasil Putusan Musda serta visi dan misi Ketua Terpilih.
Seluruh bidang diminta segera menuntaskan rencana kerja masing-masing untuk kemudian dilaporkan dalam rapat Korbid Kepartaian berikutnya.
Hasil pembahasan selanjutnya akan dibawa ke Rapat Pengurus Harian untuk dibahas dan ditetapkan sebagai kebijakan organisasi.
Rapat Korbid Kepartaian berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026. Forum tersebut akan menjadi ruang evaluasi terhadap progres penyusunan seluruh perangkat organisasi, termasuk Juknis Musda, kaderisasi, keanggotaan, serta struktur AMPG dan KPPG Sulsel.

