GOWA, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman membekali para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sulawesi Selatan dengan pesan tentang pentingnya integritas, kejujuran, kerja keras, disiplin dan doa.
Pesan tersebut disampaikan Andi Sudirman saat memberikan ceramah umum kepada para praja IPDN Sulsel di Kabupaten Gowa, Rabu (30/9/2026).
Di hadapan calon aparatur dan pemimpin pemerintahan tersebut, Andi Sudirman memaparkan visi pembangunan Sulawesi Selatan, “Maju dan Berkarakter”, sekaligus berbagi pengalaman selama menjalankan pemerintahan.
Menurutnya, pendidikan di IPDN tidak semata-mata bertujuan membentuk kemampuan akademik dan pengetahuan pemerintahan.
Lebih dari itu, pendidikan di IPDN harus mampu membentuk pola pikir, karakter dan kedisiplinan calon aparatur negara.
“IPDN adalah tempat menimba ilmu untuk mengubah pola pikir dan kedisiplinan. Guru terbaik di sekitar kita. Pintarlah untuk dipimpin dan menjadi pemimpin,” pesannya.
Andi Sudirman menempatkan integritas sebagai modal utama yang harus dimiliki setiap aparatur. Menurutnya, jabatan dan kedudukan dalam pemerintahan dapat berubah, tetapi integritas menjadi bagian dari karakter seseorang.
“Jabatan dan kedudukan dapat berubah, namun integritas akan terus melekat pada pribadi seseorang. Pemimpin yang memiliki integritas akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan lingkungan kerjanya,” ucapnya.
Selain integritas, ia menekankan pentingnya kejujuran. Para praja diminta berani berkata dan bertindak benar, termasuk ketika pilihan tersebut bukan jalan yang mudah.
“Kejujuran itu penting. Berani berkata dan bertindak benar, meskipun terkadang bukan jalan yang mudah,” katanya.
Pesan berikutnya adalah kerja keras. Menurut Andi Sudirman, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani pendidikan harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata ketika para praja nantinya memasuki dunia pemerintahan.
Ia meminta para praja membangun kebiasaan disiplin, tekun, bekerja keras dan tidak berhenti belajar.
“Bekerja keras. Ilmu yang diperoleh selama pendidikan harus diwujudkan melalui kerja nyata, kedisiplinan, ketekunan dan kemauan untuk terus belajar,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Sudirman juga memaparkan sejumlah program strategis Pemprov Sulsel sebagai gambaran mengenai tantangan dan tanggung jawab pemerintahan yang akan dihadapi para praja di masa mendatang.
Salah satunya Multiyears Project (MYP) dengan total anggaran sekitar Rp3,7 triliun. Program tersebut mencakup penanganan sekitar 1.000 kilometer jalan provinsi, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendukung sekitar 54 ribu hektare lahan pertanian, serta pembangunan dan peningkatan fasilitas rumah sakit.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk membuka konektivitas, meningkatkan produktivitas masyarakat, mendukung sektor pertanian dan memperkuat pelayanan dasar.
Namun, di balik kemampuan teknis dan pengetahuan pemerintahan, Andi Sudirman mengingatkan para praja bahwa ada satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam perjalanan hidup dan karier, yakni doa.
“Terakhir yang paling menentukan adalah perbanyak doa,” pesannya.
Ia juga meminta para praja untuk senantiasa menghormati dan berbuat baik kepada kedua orang tua. Secara khusus, ia mengingatkan besarnya peran dan doa seorang ibu dalam perjalanan kehidupan seseorang.
“Banyaklah berdoa dan berbuat baiklah kepada orang tua kita,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi bekal bagi para praja IPDN Sulsel untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia pemerintahan. Bukan hanya sebagai aparatur yang memiliki kompetensi, tetapi juga sebagai calon pemimpin yang berintegritas, jujur, disiplin, pekerja keras dan dekat dengan masyarakat. (*)

