MAKASSAR, , Trotoar.id — Konsolidasi internal Partai Golkar Sulawesi Selatan memasuki tahapan penting.
DPD I Partai Golkar Sulsel menunjuk Andi Patarai Amir sebagai Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2024–2030.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang menetapkan Patarai Amir sebagai penanggung jawab pelaksanaan agenda pelantikan jajaran pengurus partai berlambang pohon beringin tersebut.
Pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 mendatang.
Agenda ini menjadi salah satu tahapan penting setelah terbentuknya kepengurusan baru DPD I Golkar Sulsel periode 2024–2030.
Kepercayaan kepada Patarai Amir untuk memimpin kepanitiaan pelantikan dinilai memiliki arti strategis di tengah agenda konsolidasi Partai Golkar Sulsel yang tengah berjalan.
Pelantikan tidak hanya menjadi seremoni pengukuhan struktur organisasi, tetapi juga akan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal partai hingga ke jajaran DPD II kabupaten/kota.
Terlebih, kepengurusan baru DPD I Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) tengah menyiapkan sejumlah agenda konsolidasi organisasi. Salah satunya penataan kepengurusan di tingkat kabupaten/kota yang masa jabatannya telah berakhir.
Patarai Amir sendiri saat ini dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros.
Dalam kapasitas tersebut, ia juga mulai melakukan konsolidasi dengan unsur-unsur penting partai di daerah.
Penunjukan sebagai Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Sulsel menambah peran Patarai Amir dalam agenda konsolidasi partai di Sulsel.
Momentum 24 Oktober nantinya diharapkan menjadi titik temu seluruh kekuatan internal Golkar Sulsel untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah menghadapi agenda politik serta organisasi ke depan.
Dengan struktur kepengurusan baru yang segera dilantik, Golkar Sulsel kini memasuki fase konsolidasi organisasi yang lebih konkret, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Agenda pelantikan tersebut juga akan menjadi penanda dimulainya secara penuh kerja-kerja kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2025–2030 setelah melalui proses Musyawarah Daerah dan penataan struktur organisasi.
Bagi Golkar Sulsel, pelantikan 24 Oktober bukan sekadar pergantian atau pengukuhan struktur.
Agenda tersebut menjadi momentum untuk memastikan mesin organisasi kembali bergerak dalam satu komando dan memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput.

