Site icon Trotoar.id

Pemkab Barru Gandeng KKDB, Potensi Daerah Dibuka untuk Investasi dan Lapangan Kerja

IMG 20261002 WA0013

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Barru menggandeng Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB) untuk mendorong pengembangan potensi dan investasi daerah.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bupati Barru Andi Ina Kartika dan Ketua Umum KKDB Tahir Burhan di Makassar, Kamis (1/10/2026).

Penandatanganan disaksikan jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Barru serta pengurus KKDB.

Bupati Barru Andi Ina Kartika mengatakan, KKDB tidak hanya menjadi wadah silaturahmi masyarakat Barru di perantauan, tetapi juga memiliki jejaring yang dapat menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, masyarakat Barru yang tersebar di berbagai daerah hingga luar negeri tetap memiliki kepedulian terhadap kampung halaman. Potensi jejaring tersebut dinilai dapat diarahkan untuk membuka peluang investasi dan pengembangan ekonomi di Barru.

“KKDB bukan sekadar wadah silaturahmi. KKDB adalah bukti bahwa tali kasih masyarakat Barru tidak putus karena jarak yang jauh. Hati mereka tetap tertambat pada tanah kelahirannya, kampung halamannya yaitu Kabupaten Barru,” ujar Andi Ina.

Ia menyebut MoU tersebut bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pertemuan dua kekuatan. Pemerintah daerah memiliki kewenangan, regulasi dan program pembangunan, sementara KKDB memiliki jejaring, pengalaman, keahlian serta kepedulian masyarakat Barru yang berkembang di berbagai bidang.

“Jika KKDB berjalan sendiri dan pemerintah berjalan sendiri, hasilnya sangat terbatas. Tetapi jika keduanya berjalan bersama dalam satu arah, saya yakin kita bisa melangkah lebih jauh untuk mencapai yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Barru,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Ina memaparkan sejumlah potensi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Barru. Daerah itu memiliki luas sekitar 1.174,72 kilometer persegi dengan garis pantai kurang lebih 78 kilometer, serta wilayah yang membentang dari dataran rendah hingga kawasan perbukitan dan pegunungan.

Barru terdiri atas tujuh kecamatan dan 55 desa/kelurahan, dengan sekitar 86.716 angkatan kerja. Menurut Andi Ina, kondisi tersebut menjadi modal sekaligus tantangan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di daerah.

“Kita ingin masyarakat, khususnya generasi usia kerja, memiliki kesempatan untuk bekerja dan berkembang di kampung halamannya sendiri,” ujarnya.

Sektor pertanian menjadi salah satu potensi unggulan Barru dengan komoditas padi, jagung, nanas dan kopi. Sementara sektor peternakan didukung komoditas sapi Bali, ayam ras, ayam buras dan itik.

Di sektor perikanan, Barru memiliki wilayah penangkapan ikan laut sekitar 56.160 hektare dan kawasan tambak sekitar 2.682 hektare. Salah satu komoditas yang disebut memiliki produksi cukup besar adalah udang vaname dengan produksi sekitar 4.337 ton.

Potensi lainnya berada di sektor pariwisata. Barru memiliki sejumlah destinasi wisata air terjun, bahari dan alam, di antaranya Tomageli, Wesai, Barutung, Pulau Dutungeng, Pulau Panikiang, Pantai Ujung Batu, Pantai Laguna, Pantai Padongko, Bukit Makdo, Bukit Kapireh, Lappa Laona, Pekkae, Eco Lodge dan Celebes Canyon.

Menurut Andi Ina, kombinasi potensi pertanian, perikanan, peternakan dan pariwisata tersebut membuka ruang bagi pengembangan investasi sekaligus penciptaan aktivitas ekonomi baru.

Namun, ia mengingatkan bahwa besarnya potensi daerah tidak otomatis berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi baru berarti ketika dikelola dengan ilmu, dipromosikan dengan cerdas dan dijaga dengan tata kelola yang bersih. Di titik inilah kemitraan kita menjadi sangat penting,” tuturnya.

Karena itu, Andi Ina membuka ruang bagi masyarakat Barru yang tergabung dalam KKDB untuk ikut berinvestasi dan mengembangkan potensi daerah di kampung halaman.

Selain sektor ekonomi, ia turut menyoroti Kawasan Industri Barru (KIBAR) dan Pelabuhan Garongkong sebagai bagian dari potensi strategis yang perlu dikelola dan dikembangkan secara terarah.

Bupati menegaskan, kesepakatan bersama yang berlaku selama lima tahun tersebut merupakan pintu masuk, bukan tujuan akhir. MoU tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama yang lebih konkret.

“Nilainya baru terlihat ketika kita menuangkannya ke dalam perjanjian kerja sama yang konkret, dengan program yang jelas, penanggung jawab yang jelas dan target yang dapat diukur,” tegasnya.

Ia meminta setiap tindak lanjut kerja sama tetap dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi dan keamanan bagi seluruh pihak.

Evaluasi juga akan dilakukan secara berkala untuk melihat program yang telah berjalan, kendala yang dihadapi serta langkah perbaikan yang diperlukan.

Dalam membangun kemitraan tersebut, Andi Ina mengajak seluruh pihak memegang nilai budaya Bugis-Makassar, yakni sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge yang dimaknai sebagai saling memanusiakan, saling memuliakan dan saling mengingatkan.

“Kepada KKDB kami mengetuk pintu dengan tangan terbuka. Datanglah dengan gagasan, jejaring dan kritik yang membangun,” ujarnya.

Ia berharap KKDB tidak berhenti sebagai simbol koordinasi, tetapi menjadi kekuatan nyata dalam mendukung pembangunan Kabupaten Barru yang terarah dan terukur.

“Pembangunan Kabupaten Barru adalah kerja kita bersama, yang berakar dari aspirasi masyarakat dan diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat,” pungkasnya.

Andi Ina turut menyampaikan apresiasi kepada DPP KKDB dan seluruh tim yang telah mempersiapkan naskah kesepakatan bersama. Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran Bank Syariah Indonesia (BSI) yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan dan sejumlah program bagi masyarakat Kabupaten Barru.

Turut mendampingi Bupati Barru dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Barru, Sekretaris Daerah Barru, para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Barru serta para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Barru.

Pemkab Barru berharap kesepakatan dengan KKDB tersebut menjadi awal kerja sama konkret untuk mengoptimalkan potensi daerah, mendorong investasi, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Barru. (*)

Exit mobile version