Site icon Trotoar.id

Wabup Barru Dorong ALTI Garap Pegunungan Jadi Arena Trail, Bidik Event Penggerak Ekonomi

IMG 20261002 WA0093

BARRU, TROTOAR.ID — Lari trail mulai menemukan ruang berkembang di Kabupaten Barru.

Pemerintah daerah bahkan mendorong Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) tidak sekadar fokus membina atlet, tetapi menjadikan jalur-jalur alam dan kawasan pegunungan Barru sebagai arena event olahraga sekaligus sarana promosi daerah.

Dukungan itu disampaikan Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., saat melepas kontingen ALTI Kabupaten Barru yang akan mengikuti eksebisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan cabang olahraga lari trail di Kabupaten Maros, Jumat (2/10/2026).

Pelepasan kontingen berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Barru. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan lari trail sebagai olahraga yang memiliki potensi prestasi, kesehatan, pariwisata hingga ekonomi masyarakat.

Abustan mengapresiasi terbentuknya ALTI di Kabupaten Barru. Ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus mengajak masyarakat lebih aktif berolahraga.

“Harapan saya, ALTI bisa menjadi salah satu olahraga yang betul-betul bisa berpengaruh. Yang paling utama bagaimana ini bisa menjadi wadah untuk meningkatkan kesehatan,” ujarnya.

Menurut Abustan, lari trail memiliki karakter berbeda dengan olahraga lari pada umumnya karena memanfaatkan medan alam, mulai dari tanah, bebatuan, rerumputan hingga jalur menanjak.

Karakter medan tersebut, kata dia, menjadi tantangan tersendiri bagi atlet untuk mengasah ketahanan fisik sekaligus kemampuan teknis dalam menghadapi kondisi lintasan yang beragam.

Karena itu, ia meminta kontingen ALTI Barru memanfaatkan eksebisi Porprov di Maros sebagai ruang belajar dan menambah pengalaman bertanding.

“Jadi ini sebagai ajang pembelajaran, kemudian berlatih fisik. Yang paling penting jaga kesehatan dan jangan sampai ada yang cedera,” pesannya.

Namun, Abustan tidak ingin perkembangan ALTI berhenti pada pembinaan atlet. Ia mendorong organisasi tersebut mulai menyusun program event lari trail yang memanfaatkan karakter alam Barru.

Menurutnya, kawasan pegunungan dan jalur alam yang dimiliki Barru memiliki daya tarik untuk dikembangkan menjadi lintasan lari trail.

“Kalau ALTI ini kita telusuri wilayah-wilayah yang ada di pegunungan, itu sangat menarik. Kita bisa membuat event, jangan hanya sekali setahun,” katanya.

Event olahraga yang digelar secara rutin, lanjut Abustan, berpotensi mendatangkan peserta dari luar daerah. Kehadiran peserta dan pendamping juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Ia mencontohkan penyelenggaraan Liga Ramang di Barru yang melibatkan peserta dari luar daerah. Menurutnya, kegiatan olahraga dengan peserta lintas daerah dapat sekaligus menjadi media memperkenalkan Barru.

Karena itu, ia meminta ALTI menyusun kalender kegiatan secara terencana agar event dapat dipromosikan jauh hari dan menarik lebih banyak peserta.

“Sehingga ada semacam rundown acara yang bisa kita publikasi mulai dari sekarang,” ujarnya.

Abustan menilai pengembangan event olahraga secara berkelanjutan akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat luar daerah untuk datang dan mengenal potensi Barru.

Bukan hanya prestasi olahraga yang dikejar, tetapi juga bagaimana kegiatan tersebut dapat memperkenalkan bentang alam Barru sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat di sekitar lokasi event.

Khusus untuk kontingen yang akan mengikuti eksebisi lari trail di Maros, Abustan berpesan agar seluruh atlet menjaga kondisi fisik, berhati-hati menghadapi medan dan menjadikan keikutsertaan tersebut sebagai pengalaman untuk pengembangan ALTI Barru.

“Selamat, silakan jalan. Mudah-mudahan bisa mendapatkan pengalaman yang bagus. Semoga pergi dan pulang selamat,” tutur Abustan.

Ia berharap ALTI Barru semakin aktif membina atlet dan mampu mengembangkan event lari trail dengan memanfaatkan kekayaan alam Barru sebagai bagian dari promosi daerah.

Sementara itu, Ketua ALTI Kabupaten Barru Andi Mulidin mengatakan organisasi tersebut telah terbentuk secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten.

Di tingkat nasional, ALTI dipimpin Dr. Bima Arya Sugiarto. Sementara ALTI Sulawesi Selatan dipimpin Andi Syafril Chaidir Syam, yang juga merupakan Bupati Maros.

Untuk Kabupaten Barru, ALTI terbentuk pada 2025 dan kemudian memperoleh Surat Keputusan (SK) dari kepengurusan ALTI Provinsi Sulawesi Selatan pada 2026.

“Lari trail ini mulai tren di Indonesia dan mulai diakui. ALTI juga sudah terbentuk dari tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten,” ujar Andi Mulidin.

Ia menjelaskan, perkembangan lari trail di Indonesia ditandai dengan semakin banyaknya kejuaraan yang digelar di berbagai daerah.

Salah satunya BTS 100 (Bromo Tengger Semeru 100) yang menjadi salah satu event lari trail yang dikenal di Indonesia.

Menurutnya, keikutsertaan ALTI Barru dalam eksebisi Porprov Sulsel di Maros menjadi kesempatan bagi atlet untuk memperoleh pengalaman sekaligus memperkenalkan olahraga lari trail kepada masyarakat Barru.

Ke depan, ALTI Barru diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga mampu mengemas potensi alam Barru menjadi rangkaian event olahraga yang menarik peserta dari berbagai daerah.

Exit mobile version