MAKASSAR, TROTOAR.ID— Program Multi Years Project (MYP) Paket 1 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai memasuki tahap penataan sarana pendukung jalan.
Setelah penanganan badan jalan berjalan, pekerjaan kini bergeser pada pedestrian, drainase, median hingga bahu jalan di sejumlah ruas.
MYP Paket 1 mencakup penanganan 13 ruas jalan dan tujuh titik lokasi longsor akibat bencana yang tersebar di sejumlah wilayah Sulsel.
Pekerjaan lanjutan kini dilakukan secara bertahap di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Sinjai, dan Bulukumba.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan penataan kawasan jalan dilakukan mengikuti progres pekerjaan pada masing-masing ruas.
“Saat ini penataan kawasan kita lakukan secara bertahap, termasuk median jalan, pedestrian, trotoar hingga saluran drainase di sejumlah ruas,” kata Andi Sudirman, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, pekerjaan lanjutan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat struktur jalan, tetapi juga melengkapi fungsi kawasan sehingga infrastruktur yang dibangun dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Di lapangan, sejumlah pekerjaan penataan mulai terlihat pada beberapa ruas yang masuk dalam MYP Paket 1.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Rosyadi, menjelaskan bahwa pekerjaan saat ini disesuaikan dengan kondisi dan tahapan masing-masing ruas.
“Di ruas Jalan Hertasning, Makassar, pekerjaan saat ini berlanjut pada pemasangan manhole untuk pedestrian. Sementara di ruas Jalan Aroepala, dilakukan pengecoran beton plat penutup saluran drainase sebagai bagian dari penataan kawasan jalan,” jelas Rosyadi.
Pekerjaan juga berlangsung pada ruas Batas Gowa–Tondong di Kabupaten Sinjai. Pada ruas tersebut, kontraktor mengerjakan bahu jalan menggunakan beton dengan mutu fc 15 MPa.
Penanganan serupa dilakukan pada ruas Tanete–Tanaberu di Kabupaten Bulukumba. Pekerjaan diarahkan pada pembangunan bahu jalan menggunakan beton fc 15 MPa untuk melengkapi struktur badan jalan.
Sementara itu, pada ruas Batas Bulukumba–Sanjai–Sinjai, pekerjaan telah memasuki tahap penanganan hasil galian menggunakan Cold Milling Machine (CMM).
Rosyadi mengatakan seluruh pekerjaan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan progres di setiap lokasi.
“Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan secara bertahap mengikuti progres pekerjaan di masing-masing ruas,” pungkasnya.
Dengan masuknya pekerjaan pedestrian, drainase, median dan bahu jalan, penanganan MYP Paket 1 kini tidak hanya berfokus pada badan jalan, tetapi mulai menyentuh kelengkapan kawasan untuk mendukung fungsi jalan secara lebih optimal. (*)

