MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sofyan Syam, resmi dilantik sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Pangkep.
Kepengurusan baru HKTI Pangkep tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi wadah berhimpunnya petani, tetapi tampil sebagai mitra strategis dalam mengawal kepentingan petani sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Sofyan Syam dipercaya memimpin HKTI Pangkep bersama Muhiddin R, sebagai Sekretaris dan Muh. Resky Darmawansyah sebagai Bendahara.
Sofyan Syam mengatakan, HKTI akan diarahkan menjadi organisasi yang hadir langsung di tengah petani.
Pendampingan dan penguatan kapasitas petani menjadi bagian penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong kemandirian sektor pertanian di Pangkep.
“Kehadiran HKTI diharapkan akan menjadi mitra strategis dalam mendorong produktivitas petani dan kemandirian petani, yang akan bersama-sama mengawal program Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan,” kata Sofyan Syam.
Menurutnya, petani membutuhkan lebih dari sekadar dukungan produksi. Mereka juga membutuhkan akses terhadap teknologi, pembiayaan, sarana produksi, hingga kepastian pasar untuk hasil pertanian.
Karena itu, HKTI Pangkep akan didorong untuk memperkuat komunikasi antara petani dengan pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sofyan menilai, kolaborasi tersebut penting agar berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
“HKTI harus hadir sebagai jembatan antara petani dengan pemerintah dan pihak-pihak lainnya. Kita ingin petani tidak berjalan sendiri dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraannya,” ujarnya.
Kepengurusan baru HKTI Pangkep juga menghadapi agenda untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kelompok tani.
Pendataan anggota, peningkatan kapasitas petani, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan akses terhadap permodalan menjadi sejumlah agenda yang akan didorong.
Di sisi lain, HKTI juga diharapkan mampu membuka lebih banyak ruang kemitraan bagi petani, baik dengan lembaga keuangan maupun dunia usaha.
Akses pembiayaan dan pasar dinilai menjadi bagian penting agar peningkatan produksi dapat berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan petani.
Dengan dukungan organisasi yang semakin kuat, HKTI Pangkep diharapkan mampu mendorong sektor pertanian agar tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki nilai tambah dan daya saing.
Kehadiran HKTI juga diharapkan dapat memperkuat posisi petani dalam rantai usaha pertanian, mulai dari proses produksi hingga pemasaran hasil.
Dengan demikian, petani tidak hanya menjadi pelaku produksi, tetapi memiliki posisi yang lebih kuat dalam menentukan arah pengembangan usaha pertanian

