Site icon Trotoar.id

Musda IPM Sidrap, Syaharuddin Alrif Serukan Kader Berani Keluar dan Perluas Peran

IMG 20261004 WA0049

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif menyerukan kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk tidak terjebak pada aktivitas internal organisasi.

Ia mendorong kader IPM berani memperluas gerakan hingga ke sekolah-sekolah dan mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Syaharuddin saat menghadiri sekaligus menutup Musyawarah Daerah (Musda) IPM Sidrap di Auditorium Institut Teknologi Kesehatan (Itkes) Rijang Pittu, Ahad (4/10/2026).

Musda tersebut menjadi momentum pergantian kepengurusan IPM Sidrap. Lisna yang sebelumnya memimpin organisasi menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Fadhil Muhbib Ilmi Ridwan sebagai ketua baru.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidrap Abdul Kalam Fattah, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sidrap Salfiah Sanusi, Kepala Dinas Kesehatan Ishak Kenre, serta jajaran pengurus dan kader IPM.

Dalam sambutannya, Syaharuddin menekankan pentingnya keberanian kader dalam mengembangkan organisasi.

Menurutnya, IPM harus mampu keluar dari ruang internal dan menjadikan sekolah sebagai salah satu basis utama kaderisasi.

“Kader IPM harus berani keluar. Jangan hanya beraktivitas di internal organisasi. Harus berani masuk ke sekolah-sekolah untuk mengajak dan mengader anak-anak agar mau berorganisasi,” ujar Syaharuddin.

Ia menilai keberanian menjadi modal penting bagi kader pelajar untuk mengembangkan organisasi sekaligus membangun karakter kepemimpinan.

Bagi Syaharuddin, organisasi bukan sekadar tempat menjalankan program, tetapi ruang untuk menempa kemampuan mengambil keputusan, bekerja bersama, dan mengabdi kepada masyarakat.

Syaharuddin juga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan bagian dari kader IPM. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan dirinya mendorong kader-kader muda untuk tidak takut mengambil peran sejak dini.

“Saya ini juga kader IPM. Karena itu, saya berharap kader-kader IPM sekarang harus berani. Berani mengambil peran, berani bergerak, dan berani melakukan kaderisasi,” tegasnya.

Ia berharap Musda IPM tidak berhenti sebagai agenda pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, forum tersebut harus menjadi titik awal lahirnya program dan gerakan nyata yang mampu memperluas basis kaderisasi pelajar di Kabupaten Sidrap.

Sekolah, lanjutnya, perlu ditempatkan sebagai ruang strategis untuk memperkenalkan organisasi kepada generasi muda.

Dengan pendekatan tersebut, IPM dapat menjangkau lebih banyak pelajar sekaligus menumbuhkan budaya berorganisasi sejak dini.

“Jangan sampai kader IPM hanya dikenal di kalangan IPM. Harus dikenal karena gerakannya, karena keberaniannya masuk ke sekolah-sekolah dan mengajak pelajar untuk menjadi bagian dari organisasi,” katanya.

Kepada kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Fadhil Muhbib Ilmi Ridwan, Syaharuddin berpesan agar amanah organisasi dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadikan kaderisasi dan perluasan gerakan sebagai agenda utama.

Musda IPM Sidrap pun ditutup dengan semangat konsolidasi dan regenerasi. Bagi Syaharuddin, kekuatan organisasi pelajar tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga sejauh mana kader berani bergerak, hadir di tengah pelajar, dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.

Exit mobile version