Site icon Trotoar.id

Sumur Bor Ubah Sawah Tadah Hujan di Bapangi, Panen Capai 6,4 Ton per Hektare

IMG 20261004 WA0029

SIDRAP, TROTOAR.ID — Ketergantungan pada hujan tak lagi menjadi penghalang bagi petani di Dusun Padaelo, Desa Bapangi, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Berkat dukungan sumber air melalui sumur bor, sawah tadah hujan milik H. Muiz mampu menghasilkan 6,4 ton gabah per hektare.

Hasil tersebut terlihat dalam panen yang dihadiri langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Sabtu (3/10/2026).

Panen ini menjadi gambaran bahwa ketersediaan air dapat menjadi penentu penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian, terutama pada kawasan yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan.

Lahan pertanian tersebut sebelumnya hanya mengandalkan air hujan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Kini, petani memperoleh sumber air alternatif melalui sumur bor dengan kedalaman sekitar 100 meter.

Kehadiran sumur bor memberikan kepastian pasokan air bagi tanaman sekaligus membuka peluang bagi petani untuk menjaga produktivitas lahan secara lebih konsisten.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, capaian tersebut merupakan buah dari kerja bersama antara pemerintah dan petani.

Pemerintah, kata dia, terus berupaya menghadirkan infrastruktur dan fasilitas pendukung untuk membantu petani meningkatkan produksi.

“Ini sebagai bentuk kerja kita. Kita sudah siapkan dan berikan bantuan, mulai dari listrik masuk sawah, bor, dan lain sebagainya,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, pembangunan sarana pendukung pertanian tidak semata-mata merupakan bentuk bantuan pemerintah, tetapi bagian dari strategi untuk memastikan petani memiliki akses terhadap kebutuhan dasar produksi.

Salah satu kebutuhan paling mendasar tersebut adalah air. Dengan tersedianya sumber air, petani memiliki kepastian lebih besar untuk mengelola lahan dan menentukan waktu tanam tanpa sepenuhnya bergantung pada kondisi curah hujan.

“Kalau air tersedia, petani bisa lebih yakin untuk menanam. Kita ingin lahan yang selama ini bergantung pada hujan bisa tetap produktif dan memberikan hasil yang maksimal,” katanya.

Syaharuddin juga memberikan apresiasi kepada petani yang tetap konsisten mengelola lahan sekaligus memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah.

Menurutnya, capaian produksi 6,4 ton per hektare menunjukkan bahwa intervensi infrastruktur pertanian, ketersediaan air, dan kerja keras petani dapat berjalan beriringan untuk meningkatkan produktivitas.

“Panen 6,4 ton per hektare ini membuktikan bahwa ketika pemerintah hadir, fasilitas tersedia, dan petani bekerja dengan baik, hasilnya bisa kita lihat bersama,” tuturnya.

Panen tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi petani lainnya, khususnya di Kecamatan Panca Lautang, untuk terus mengoptimalkan lahan dan memanfaatkan dukungan sarana pertanian yang tersedia.

Syaharuddin menegaskan, pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan produksi dalam satu musim panen.

Lebih jauh, kebijakan sektor pertanian diarahkan untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ini bukan hanya soal panen hari ini, tetapi bagaimana kita memastikan pertanian terus berjalan, produksi meningkat, dan kesejahteraan petani juga ikut meningkat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam panen tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidrap Patahangi Nurdin, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, serta Camat Panca Lautang. (*)

Exit mobile version