MAKASSAR, TROTOAR.ID — Langkah politik Munafri Arifuddin alias Appi akhirnya memasuki babak baru. Wali Kota Makassar itu resmi menyatakan mundur sebagai kader Partai Golkar.
Keputusan tersebut ditandai dengan penyampaian surat pengunduran diri Munafri dari keanggotaan Partai Golkar.
Sikap itu sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai arah politik Appi setelah beberapa waktu terakhir namanya santer dikaitkan dengan Partai Demokrat.
Tak lama setelah menyampaikan sikap politiknya, Munafri didampingi Ketua Bappilu Partai Demokrat Sulsel Selle KS Dalle menyambangi kediaman Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di Jalan Baru Putih, Makassar.
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari proses politik Appi setelah ia memutuskan keluar dari partai yang selama ini menjadi kendaraan politiknya.
Keputusan Munafri meninggalkan Golkar juga langsung mendapat respons dari Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat Alfian Mallarangeng.
Alfian menyebut, setelah resmi mengundurkan diri dari Golkar, secara politik Appi tidak lagi berstatus sebagai kader partai mana pun.
“Kalau Bung Appi sudah resmi mengundurkan diri dari partainya sekarang, maka artinya dia sudah bukan kader partai manapun,” kata Alfian.
Namun, Alfian sekaligus kembali menegaskan keterbukaan Partai Demokrat terhadap Munafri. Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa komunikasi yang sebelumnya dibangun antara Appi dan Demokrat masih terbuka.
“Dan kalau Bung Appi kemudian bersedia bergabung ke Partai Demokrat sesuai dengan ajakan saya kemarin di Makassar, tentu kami akan membuka pintu lebar-lebar,” ujarnya.
Pernyataan Alfian tersebut menambah kuat spekulasi mengenai ke mana Appi akan berlabuh setelah resmi meninggalkan Golkar.
Sebelumnya, Alfian memang telah secara terbuka mengajak Munafri bergabung dengan Partai Demokrat. Ajakan tersebut disampaikan di tengah komunikasi politik yang semakin intens antara Appi dan sejumlah tokoh Demokrat.
Kini, setelah surat pengunduran dirinya disampaikan, posisi politik Munafri menjadi lebih terbuka. Ia tidak lagi terikat sebagai kader Golkar, sementara Demokrat secara terbuka menyatakan kesiapan menerima kehadirannya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Munafri bahwa dirinya telah menjadi kader Partai Demokrat. Statusnya saat ini, berdasarkan pernyataan Alfian, adalah tidak lagi menjadi kader partai setelah mengundurkan diri dari Golkar.
Langkah Appi ini sekaligus membuka babak baru dalam peta politik Makassar. Sebagai Wali Kota Makassar, keputusan politiknya berpotensi menjadi perhatian partai-partai politik yang tengah membangun kekuatan menghadapi agenda politik berikutnya.
Di sisi lain, pertemuan Munafri dengan IAS menjadi bagian tak terpisahkan dari proses transisi politik tersebut. Hubungan Appi dengan Golkar kini memasuki fase baru setelah surat pengunduran diri disampaikan secara resmi.
Dengan satu pintu yang telah ditutup, pintu lain justru kembali dibuka. Demokrat menyatakan siap menerima Appi, tetapi keputusan akhir mengenai ke mana ia akan melangkah sepenuhnya berada di tangan Munafri Arifuddin.

