Site icon Trotoar.id

Capacity Building 2026, Melinda Aksa Dorong Kader PKK Makassar Adaptif dan Profesional

IMG 20261005 WA0069 scaled

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar mendorong penguatan kapasitas kader agar semakin adaptif, profesional, komunikatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Capacity Building TP PKK Kota Makassar Tahun 2026 yang mengusung tema “Komunikasi Efektif, Santun, Transparan dan Kolaboratif di Setiap Jenjang Kepengurusan” di Hotel Novotel Makassar, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan, pengurus TP PKK tingkat kota hingga kelurahan, pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, serta Pokja Bunda PAUD Kota Makassar.

Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa mengatakan, capacity building bukan sekadar forum pelatihan, tetapi menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat kepemimpinan, kekompakan, komunikasi dan semangat dalam menjalankan gerakan PKK.

“PKK memiliki posisi yang sangat strategis karena kita bekerja langsung di tengah keluarga dan masyarakat,” ujar Melinda.

Menurutnya, posisi tersebut membuat kader PKK dituntut memahami persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Mulai dari pemberdayaan keluarga, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, lingkungan hidup, penguatan ekonomi keluarga hingga perlindungan perempuan dan anak.

Karena itu, Melinda meminta kader PKK tidak berhenti pada pola kerja lama. Perubahan zaman menuntut kader untuk terus belajar, beradaptasi, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan manajerial.

Kader juga didorong mampu memanfaatkan teknologi dan informasi secara bijak untuk mendukung pelaksanaan program serta memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.

“Belajar agar kita terus berkembang. Bergerak agar program tidak berhenti pada perencanaan. Berkolaborasi karena pembangunan tidak dapat dilakukan seorang diri. Dan memberikan manfaat karena pada akhirnya ukuran keberhasilan PKK adalah sejauh mana keberadaan kita benar-benar dirasakan oleh keluarga dan masyarakat,” tuturnya.

Melinda menekankan, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dimiliki. Soliditas kader dan kemampuan membangun komunikasi di setiap jenjang kepengurusan menjadi faktor penting agar program dapat berjalan efektif.

“PKK yang kuat bukan hanya karena programnya banyak, tetapi karena kader-kadernya solid, komunikasinya baik, dan mampu bekerja bersama dengan hati,” katanya.

Ia pun meminta peserta memanfaatkan capacity building secara aktif. Bukan hanya menyimak materi, tetapi juga berdiskusi, bertukar pengalaman dan saling menguatkan untuk menemukan gagasan yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing.

Koordinasi antara TP PKK Kota, kecamatan dan kelurahan juga menjadi perhatian. Menurut Melinda, komunikasi yang baik di seluruh tingkatan akan membuat program lebih mudah diterjemahkan dan dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia berharap seluruh kader mampu membawa PKK Kota Makassar menjadi organisasi yang semakin profesional, inovatif, inklusif dan responsif.

“Mari kita terus bergerak bersama dan menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.

Tak hanya penguatan kapasitas kader, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan sejumlah pengurus Koperasi Konsumen Keluarga Sejahtera TP PKK Kota Makassar.

Pelantikan tersebut disaksikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar. Kehadiran koperasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan sekaligus kemandirian ekonomi keluarga melalui gerakan PKK.

Capacity building menghadirkan Ratih Sanggarwaty, Ketua Umum Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI), sebagai narasumber.

Ratih membawakan materi mengenai penguatan dan etika berorganisasi, khususnya bagaimana membangun komunikasi yang efektif antara pengurus dan kader.

Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis. Peserta juga mengikuti praktik komunikasi efektif, sesi tanya jawab, ice breaking, hingga kuis yang membuat suasana pelatihan berlangsung interaktif.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan beauty class bersama tim Make Over Makassar. Sesi tersebut menjadi tambahan pengalaman bagi peserta untuk menunjang penampilan sekaligus membangun kepercayaan diri.

Melalui capacity building tersebut, TP PKK Makassar ingin memastikan kader tidak hanya aktif menjalankan program, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi dan berinovasi agar keberadaan PKK semakin nyata dirasakan keluarga dan masyarakat.

Exit mobile version