Makassar, Trotoar.id – Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, menjagokan Brasil sebagai calon kuat juara Piala Dunia 2026.
Politisi Partai NasDem tersebut menilai tim berjuluk Selecao masih menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dengan peluang besar mengakhiri puasa gelar sejak terakhir kali menjuarai Piala Dunia pada 2002.
Menurut Rachmatika, tradisi panjang sebagai pemilik lima trofi Piala Dunia, ditopang kualitas pemain yang merata di berbagai lini, membuat Brasil layak ditempatkan sebagai kandidat terkuat pada turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Optimisme terhadap Brasil juga semakin menguat dengan kehadiran pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti, yang dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola modern.
“Brasil memiliki kombinasi pemain muda bertalenta dan pemain berpengalaman yang mampu membuat perbedaan di laga-laga besar. Saya optimistis mereka bisa melangkah jauh dan menjadi juara Piala Dunia 2026,” ujar Rachmatika.
Meski sejumlah prediksi internasional lebih banyak menempatkan Spanyol, Prancis, Inggris, dan Argentina sebagai favorit utama, Brasil tetap berada dalam jajaran tim unggulan.
Kehadiran Ancelotti dinilai mampu menghadirkan keseimbangan permainan, memadukan kreativitas di lini serang dengan kedisiplinan dalam bertahan.
Di sisi lain, Brasil juga diperkuat sejumlah pemain bintang dunia, termasuk Vinícius Júnior yang diproyeksikan menjadi andalan di lini depan.
Kedalaman skuad menjadi salah satu keunggulan utama Selecao dibandingkan banyak negara peserta lainnya. Selain itu, pengalaman panjang Brasil dalam menghadapi tekanan di turnamen besar menjadi modal penting, terutama saat memasuki fase gugur.
Rachmatika menilai Brasil saat ini berada dalam fase kebangkitan setelah mengalami pasang surut prestasi dalam beberapa tahun terakhir.
Perpaduan generasi muda dan pemain senior, ditambah sentuhan tangan dingin Carlo Ancelotti, diyakini cukup untuk membawa Brasil kembali ke puncak sepak bola dunia dan mengakhiri penantian gelar yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.
