Trotoar.id

Komisi B DPRD Sulsle Curhat ke Komisi VI soal Virus ASF dan TBS

Trotoar.id

Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja ke Komisi VI DPR RI 

Trotoar,.id, Jakarta — Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja ke Komisi VI DPR RI 

dalam melakukan koordinasi mengenai penentuan keseragaman harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di seluruh Indonesia. 

Rombongan Komisi B DPRD Sulsel dipimpin langsung ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika dan Ketua Komisi B Firmina Tallulembang serta dihadiri sejumlah anggota Komisi B diterima langsung anggota komisi VI Azikin Solthan Alien Mus 

pada pertemuan tersebut anggota Komisi B Andi Irwandi Natsir menyampaikan jika saat ini terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam implementasi setelah penetapan harga TBS Kelapa Sawit. 

“Ada kendala yang kami hadapi mengenai TBS, dimana ada 7 Perusahaan Kelapa Sawit di Sulsel yang diduga melakukan pelanggaran harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” Katanya 

Oleh karena itu, Politisi PAN Sulsel ini, berharap dengan kunjungan ke Kimisi VI DPRD Sulsel bisa mendaptkan informasi mengenai kepastian dari masalah-masalah yang dihadapi di Sulawesi Selatan

Mendengar apa yang menjadi masalah yang disampaikan anggota Komisi B , Anggota Komisi IV DPR RI. Azikin Solthan menyampaikan:, jika konsistensi harga dasar, sudah ada dalam diatur dalam peraturan menteri pertanian dan didukung oleh Peraturan Gubernur tinggal bagaimana aturan tersebut dilaksanakan secara tegas

“Regulasinya diatur dalam permentan dan pergub tinggal menunggu implementasi dari pemerintah daerah, apakah aturan yang dibuat dalam permentan diputuskan dalam pergub,” Katanya 

Sementara Ketua Komisi B DPRD Provinsi Sulsel Firmina Talulembang menyinggung tentang merebaknya virus ASF di Sulsel, hingga menyerang ribuan hewan ternak, apalagi Di Sulsel dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah daerah membuat penanganan virus tersebut tidak dapat ditekan secara signifikan sementara mortalitas yang diakibatkan virus ini mencapai 100 %

“Virus ASF ini telah merebak sementara pemerintah provinsi memiliki keterbatasan anggaran untuk mengantisipasi mewabahnya virus yang telah menyerang ribuan hewan ternak di Sulsel

Exit mobile version