Trotoar.id

Nurdin Abdullah: Saya Siap di Pecat, Jika Itu Permintaan Rakyat

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah Saat Membacakan Visi-Misi Di Gedung DPRD Sulael

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Jelang pemeriksaan sejumlah pihak yang akan dilakukan pantia hak angket DPRD Sulsel pada senin 8 Juli 2019, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyikapi hal tersebut dengan santai

Bahkan Nurdin Abdullah mengungkapkan jika dirinya tidak memiliki kesiapan khusus, untuk menghadapi argumentasi panitia hak angket saat nanti dirinya dimintai keterangan alias diperiksa nanti.

“Tidak ada persiapan khusus yang saya siapkan, tidurnya nyenyak, biarkan saja semua mengalir, kita juga harus menghargai mereka punya hak, ” Kata Nurdin Abdullah

Hingga nantinya jika dalam proses panita hak angket merekomendasikan dirinya untuk di berhentikan, maka mantan Bupati Bantaeng dua periode tersebut akan legowo.

Bahkan Nurdin mengaku akan koperatif terhadap semua proses pemeriksaan yang dilakukan panitia hak angket.

“Saya akan koperatif dalam prosesnya, meskipun nantinya diusulkan untuk dipecat saya siap, hari ini pun saya siap kalau rakyat yang meminta,” Kata Nurdin.

Apa lagi Nurdin mengaku jika dirinya tidak pernah melakukan tindakan yang dianggap salah seperti dugaan anggota DPRD yang mendorong hak angket terbentuk

Bahkan sebelumnya Nurdin juga menyebutkan, sedikit heran akan proses hak angket yang diambil DPRD Sulsel, mengingat persoalan yang terjadi sudah selesai, kok kembali diunkit-ungkit.

“Apa yang yang mau diungkut-ungkit lagi, toh kan persoalannya telah selesai, ” Kata Nurdin

Diketahui DPRD Sulsel meloloskan usulan hak angket tersebut dikarenakan melihat sejumlah persoalan yang terjadi pada pemerintahan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, rermasuk adanya dualisme kepemimpinan di pemerintahan serta sejumlah kebijakan menempatkan penjabat yang dianggap melanyalahi prosedural Perundang-undangan yang berlaku

Sehingga 60 orang anggota DPRD sepakat hak angket di ambil untuk menyelidiki asal muasal masalah yang terjadi dipemrov Sulsel, selama kepemimpinan Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (***)

Exit mobile version