Daerah

NH Gubernur, Jalan Baru Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai Dirintis

Trotoar.id, Jakarta — Bakal Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), mengungkapkan pembangunan berbasis infrastruktur menjadi salah satu agenda prioritas untuk mengakselerasi pembangunan dan perekonomian daerah. Pembangunan infrastruktur dipaparkannya merupakan satu dari tiga poin konsep trikarya menuju Sulsel Baru.

Salah satu pembangunan infrastruktur yang dianggap perlu adalah pembukaan jalan baru Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai. NH menyebut perintisan jalan pada dua rute tersebut terbilang penting. Jalan Makassar-Bone misalnya yang tidak banyak berubah, padahal rute tersebut sangat strategis dan menjadi penghubung menuju Sultra.

Selanjutnya, jalan Makassar-Sinjai melalui rute selatan Sulsel terbilang cukup jauh dan kondisinya pun tetap sama dari waktu ke waktu. NH menyebut perlunya ada ‘gebrakan’ pembangunan infrastruktur jalan, meski diakuinya membutuhkan dana besar. Tapi, itulah tantangan seorang gubernur.

NH mengatakan gubernur tidak boleh sebatas bertumpu pada APBD, tapi harus piawai ‘menarik’ APBN dan mendatangkan investor. Untuk jalan baru Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai, NH memperkirakan butuh anggaran setidaknya Rp7,5 triliun. Masing-masing rute Makassar-Bone Rp3,5 triliun dan Makassar-Sinjai Rp4 triliun.

“Nominal sebesar itu tidak ada artinya kalau punya akses atau jaringan yang luas. Untuk apa saya mendapatkan label sebagai tokoh nasional, bahkan tokoh internasional, kalau tidak mampu untuk itu,” kata NH yang juga Wakil President International Cooperative Alliance Asia Pasific, Senin, 17 Desember.

NH melanjutkan tidak hanya merintis jalan baru menuju Bone dan Sinjai, sejumlah ruas jalan di kabupaten/kota pun mendesak dibenahi. Dalam berbagai kunjungannya ke pelosok daerah, ia mengaku miris melihat masih banyaknya jalan di daerah yang rusak. Kerusakannya beragam, baik itu memang berlubang maupun sebatas bergelombang.

Pembangunan berbasis infrastruktur itu, NH mengimbuhkan tentunya akan selaras dengan pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan dan berbasis kearifan lokal. Pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu menginginkan seluruh daerah di Sulsel bisa tumbuh berkembang seiring sehingga ketimpangan antara desa dan kota tidak semakin membesar. (*)

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

Bupati Luwu Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Spirit Memuliakan Manusia Melalui Pendidikan

LUWU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026…

3 jam ago

Munafri ke Jakarta Temui Bahlil, Sinyal Kuat Jelang Musda Golkar Sulsel

MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dikabarkan bertolak ke…

3 jam ago

Wabup Luwu Tinjau Pengaspalan Jalan Poros Bolong–Lamasi, Target Rampung Sehari

LUWU, Trotoar.id— Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, meninjau langsung proses pengaspalan jalan poros…

3 jam ago

Pansus LKPJ DPRD Makassar Tunda Pembahasan, OPD Diminta Serahkan Data Lebih Awal

MAKASSAR, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Makassar menunda pembahasan…

3 jam ago

Pengamat: Pemerintahan Munafri–Aliyah Efektif, Kinerja Diakui Nasional dan Kepuasan Publik Tinggi

MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan…

3 jam ago

Tanpa Penertiban, Warga Tamalanrea Bongkar Mandiri 6 Lapak di Atas Drainase

MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya penataan kota di Makassar tak melulu bergantung pada penertiban pemerintah. Di…

3 jam ago

This website uses cookies.