Dalam kepemimpinannya, sejumlah penghargaan telah ditorehkan Syahrul yang telah mengharumkan nama Sulawesi Selatan, Syahrul yang yakin akan konsep kerna-kerja yang dilakukannya beserta jajarannya, merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan selama satu dekade terakhir
Salah satu kebanggaan warga Sulawesi Selatan yang ditorehkan SYL, yakni beliau mampu mewujudkan mimpi masyarakat Sulawesi Selatan dengan menghadirkan Kereta Api (KA) sebagai salah satu transportasi massal pertama yang hadir diluar pulau Jawa dan Sumatera.
Meskipun banyak orang pesimis akan hal tersebut, namun pesimisme sebahagian warga Sulsel, menjadi magnet positif bagi Syahrul untuk mematahkan argumentasi sejumlah kalangan bila kereta api akan Sulit di wujudkan hadir di Sulsel.
Dan pada tahun kedua di periode keduanya bersama Agus Arifin Nu’mang, Syahrul YL mampu membuktikan mimpi tersebut, dengan melakukan launching perdana jalur kereta api rute Makassar – Parepare yang saat ini masih pengerjaan masih dalam proses.
Bukan cuma jalur kereta api, yang mamou dinwujudkan SYL, namun kembali mampu merubah wujud Sulawesi Selatan, dengan menghadirkan jalan layang Maros – Bone, apa yang ditorehkannya merupakan sebuha prestasi yang tidak dapat dilupakan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Bukan itu saja kerberhasilan Syahrul dalam memimpin Sulsel 10 tahun terakhir SYL dengan kecerdasan dan kepandaiannya mampu meluluhkan hati bagi penguasa yang ada di Ibu kota negeri ini, membawa harum nama Sulsel di kanxa nasional.
Syahrul YL bersama Agus dan Abdul Latif sebagai Sekrov, juga telah membawa pemerintah provinsi Sulawesi Selatan meraih penghargaan tertinggi bidang keuangan dengan menyabet penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 6 kali secara berturut-turut.
Lantas bagaimana nasip SYL setelah dia tidak menjabat sebagai Gubernur? Sejumlah kalangan termasuk masyarakat Sulawesi Selatan bertanya-tanya apakah Sulsel akan mampu kembali memilki pemimpin seperti Syahrul, dimana Syahrul dikenal sebagai pemimpin yang memiliki karakter dan mampu menyatu dengan rakyatnya meski suka dan duka.
Banyak yang mengira eksistensi SYL dalam dunia politik banyak yang tidak senang akan eksistensinya sehingga sejumlah pihak melakukan “sabotase” untuk melengserkan putra terbaik Sulsel dalam kanca politik nasional.
Bahkan nama SYL yang sebelumnya juga sempat disebut-sebut masuk dalam jajaran Kabinet kerja Jokowi-JK pada saat itu, namun sejumlah pihak terus menghalangi langkah Gubernur terbaik indonesia untuk masuk dalam jajaran elite bangsa dan partai politik di Republik ini.
Bahkan pihak-pihak yangvtak menginginkan Sosok SYL masuk dalam jajaran orang-orang Elute di bangsa ini terus menghalangi karir politik SYL, meakioun SYL merupakan salah satu pengurus DPP partai Golkar.
Namun entah karena pertimbangan apa, SYL yang didalam tubuhnya telah mengalir dara partai Golkar, rela meninggalkan Golkar dan memilih menjadi kader partai NasDem, hal yang menarik saat SYL beberapa minggu terakhir resmi bergabung dengan NasDem mengungkapkan bila dirinya cuma ingin berkarir dan mengabdi bagi bangsa dan negara dengan memberikan sumbangsi pemikiran kepada para penentu kebijakan di bangsa ini.
“Saya cuma ingin mengabdikan diri bagi nusa dan bangsa, dan saya pindah ke Negeri NasDem bukan untuk mengejar jabatan, melainkan bagaimana pemikiran saya bisa ikut membangun bangsa dan negara,” kata SYL belum lama ini
Namun kedepannya ini adalah tantangan besar bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk menentukan pilihannya pada 27 juni mendatang, apakah ada calon pemimpin Sulsel yang mampu mempertahankan apa yang yelah diraih Sulsel selama 10 tahun rerakhir, atau justru pemimpin kedepan memutar balikkan keadaan?
Dimana pada masa pemilihan Gubernur tahun ini 2018, sejarah pertama di Sulsel ada empat pasnagan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel yang ikut bertarung merebut kursi Gubernur dan wakil Gubernur mereka adalah, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar, Agus Arifin Nu’mang-Tanri Balilamo, Nurdin Abdullah- Sudirman Sulaiman dan Ichsan Yasin Limpo-Amdi Mudzakkar
Akan tetapi meskipun sejumlah pihak dan kalangam memiliki jagoan masing-masing di pilgub, namun tantangan besar bagi masyarakat Sulawesi Selatan untuk benar-benar menentukan pilihannya kepada pasangan calon yang tepat untuk memimpin Sulsel, bukan dengan selembar atau lima lembar uang seratus ribuan yang akan dapat merubah prilaku masyarakat dalam menentukan pilihannya dipilgub akan datang
“Masa depan Sulael ada ditangan 6 juta lebih pemilih di Sulsel yang mewakili sekitar 3 juta lebih penduduk yang bermukim di Sulsel,” Kata Taufik Pimpinan Redaksi TROTOAR.ID (Tim)
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Anniversary)…
Walikota .akadsar, Munafri Arifuddin
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan…
JENEPONTO, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan fokus…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang yang juga Ketua Harian Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan,…
This website uses cookies.