News

Investasi Melemah, Sekrov Bilang Ekonomi Sulsel Tumbuh Positif

TROTOAR.ID, MAKASSAR – Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2017 menunjukkan perkembangan yang positif, sejalan dengan membaiknya perekonomian global. Dimana, pertumbuhan ekonomi Sulsel sebesar 7,23 persen.

“Peningkatan ekonomi tersebut menyumbang 49,58 persen terhadap perekonomian Pulau Sulawesi dan di tingkat nasional adalah terbaik kedua dan berkontribusi sebesar 3,08 persen,” kata Penjabat Sekretaris Provinsi Sulsel, Tautoto Tanaranggina, saat menghadiri Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2017 yang diselenggarakan Bank Indonesia, di Hotel Myko, Kamis (3/5).

Ia memaparkan, rata-rata PDRB per kapita Provinsi Sulsel 2013-2017 sebesar Rp 39,72 juta. Dari tahun 2013-2017, untuk sektor pertanian, kehutanan dan perikanan rata-rata 22,89 persen. Industri pengolahan rata-rata 13,84 persen. Perdagangan besar dan eceran rata-rata 13,17 persen. Dan konstruksi rata-rata 12,39 persen.

“Kondisi stabilitas makro ekonomi dalam lima tahun terakhir terus terjaga, dimana inflasi Sulsel target 2017 sebesar 4,4 persen berada dalam kisaran Bank Indonesia 3-5 persen,” jelasnya.

Inflasi di Sulsel, lanjut Tautoto, bersifat musiman, yang sifatnya selalu berulang. Di saat menjelang bulan Ramadan, perayaan hari besar keagamaan Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, tingkat konsumsi masyarakat dan harga pangan cenderung meningkat. Oleh karena itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus berkoordinasi, berkolaborasi dalam membangun sistem yang terintegrasi dari berbagai stakeholder (Pemerintah, Lembaga Keuangan, Tim Pakar, Distributor, Lembaga Pembiayaan, Pertamina, PLN, Bulog) baik di Provinsi Kabupaten/Kota.

“Pengendalian inflasi di daerah perlu dilakukan secara holistik antar stakeholder dimana pemerintah berperan sebagai stimulator dan fasilitator yang terlibat dari hulu ke hilier,” sebutnya.

Sekedar diketahui, Bank Indonesia (BI) dan Pemprov Sulsel senantiasa bekerjasama dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan. Sehingga, memberikan peluang kepada daerah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas unggulan daerah dalam memenuhi pasar ekspor. (*)

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

Tepat di Hardiknas, Andi Amran Sulaiman Kembali Pimpin IKA Unhas Periode 2026–2030

MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali…

3 jam ago

Mubes IKA Unhas: Andi Amran Sulaiman Kantongi Dukungan 84,5 Persen

MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Panitia Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas),…

6 jam ago

Mubes IKA Unhas 2026 Resmi Dibuka, Jadi Momentum Strategis Arah Organisasi Alumni

MAKASSAR, Trotoar.id — Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas) resmi digelar…

6 jam ago

Yeni Rahman Hadiri Upacara Hardiknas Sulsel 2026, Dorong Penguatan Kurikulum dan Fasilitas Sekolah

MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Yeni Rahman, menghadiri Upacara…

7 jam ago

Kado Hardiknas 2026, Munafri–Aliyah Perkuat Insentif Guru hingga Fasilitas Sekolah

MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota…

7 jam ago

Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Munafri Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa pendidikan…

7 jam ago

This website uses cookies.