Investasi Melemah, Sekrov Bilang Ekonomi Sulsel Tumbuh Positif

Suriadi
Suriadi

Jumat, 04 Mei 2018 15:52

Investasi Melemah, Sekrov Bilang Ekonomi Sulsel Tumbuh Positif
TROTOAR.ID, MAKASSAR – Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2017 menunjukkan perkembangan yang positif, sejalan dengan membaiknya perekonomian global. Dimana, pertumbuhan ekonomi Sulsel sebesar 7,23 persen.

“Peningkatan ekonomi tersebut menyumbang 49,58 persen terhadap perekonomian Pulau Sulawesi dan di tingkat nasional adalah terbaik kedua dan berkontribusi sebesar 3,08 persen,” kata Penjabat Sekretaris Provinsi Sulsel, Tautoto Tanaranggina, saat menghadiri Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2017 yang diselenggarakan Bank Indonesia, di Hotel Myko, Kamis (3/5).

Baca Juga  Polres Bantaeng Terima Aspirasi Ampera

Ia memaparkan, rata-rata PDRB per kapita Provinsi Sulsel 2013-2017 sebesar Rp 39,72 juta. Dari tahun 2013-2017, untuk sektor pertanian, kehutanan dan perikanan rata-rata 22,89 persen. Industri pengolahan rata-rata 13,84 persen. Perdagangan besar dan eceran rata-rata 13,17 persen. Dan konstruksi rata-rata 12,39 persen.

“Kondisi stabilitas makro ekonomi dalam lima tahun terakhir terus terjaga, dimana inflasi Sulsel target 2017 sebesar 4,4 persen berada dalam kisaran Bank Indonesia 3-5 persen,” jelasnya.

Baca Juga  Ini Nama Calon Sekrov Sulsel Yang Lulus Seleksi

Inflasi di Sulsel, lanjut Tautoto, bersifat musiman, yang sifatnya selalu berulang. Di saat menjelang bulan Ramadan, perayaan hari besar keagamaan Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, tingkat konsumsi masyarakat dan harga pangan cenderung meningkat. Oleh karena itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus berkoordinasi, berkolaborasi dalam membangun sistem yang terintegrasi dari berbagai stakeholder (Pemerintah, Lembaga Keuangan, Tim Pakar, Distributor, Lembaga Pembiayaan, Pertamina, PLN, Bulog) baik di Provinsi Kabupaten/Kota.

Baca Juga  Bupati Lutra Serahkan Secara Simbolis 400 Sertifikat

“Pengendalian inflasi di daerah perlu dilakukan secara holistik antar stakeholder dimana pemerintah berperan sebagai stimulator dan fasilitator yang terlibat dari hulu ke hilier,” sebutnya.

Sekedar diketahui, Bank Indonesia (BI) dan Pemprov Sulsel senantiasa bekerjasama dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan. Sehingga, memberikan peluang kepada daerah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas unggulan daerah dalam memenuhi pasar ekspor. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro04 November 2026 17:35
Misi Dagang Sulsel-Jatim Catat Transaksi Rp5,46 Triliun, Andi Sudirman Dorong Perluasan Pasar dan Investasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat nilai trans...
Metro04 November 2026 17:31
419 Anak Disiapkan Ikuti Sunatan Massal Gratis, Dinkes Makassar Jadikan HUT Kota Momentum Berbagi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bertambahnya usia Kota Makassar menjadi 419 tahun tidak hanya dirayakan melalui seremoni dan hiburan. Pemerintah Kota Makassa...
Metro04 November 2026 16:27
Penataan Peternakan Panaikang, Appi Cari Jalan Tengah: Relokasi Disiapkan, Modal Usaha Difasilitasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Penataan kawasan permukiman tidak boleh berujung pada hilangnya mata pencaharian masyarakat. Prinsip itu menjadi pendekatan y...
Daerah04 November 2026 15:48
Pemkab Barru dan Bawaslu Perkuat Sinergi, Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif Jadi Fokus Menuju Pemilu 2029
BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru mulai memperkuat sinergi kelembagaan dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barru s...