Seperti diberitakan salah satu media online, tim DOAMU dituding kedapatan bagi-bagi duit kepada masyarakat dikelurahan Kadidi, kecamatan Pancarijang.
Menanggapi hal itu, juru bicara DOAMU, Syamsul Bahri, membantah pihaknya tidak pernah menyuruh atau memerintahkan timnya berbuat hal demikian.
Justru sebaliknya, DOAMU yang getol menyuarakan Pilkada yang demokrasi, sehat, bermartabat dan jurdil.
Tim DOAMU tidak mungkin melakukan cara-cara yang dilarang oleh undang-undang Kepemiluan. Apalagi, jika ada oknum siapapun mereka yang melakukan money politik, silahkan ditangkap dan diproses hukum.
Laporkan pelakunya beserta barang buktinya ke Panwas seperti halnya tim FATMA yang kedapatan diduga money politik baik di Desa Bulucenrana maupun di carawali kecamatan Pancalautang, yang saat ini diproses di Panwas.
“Kawan kita Rahmat yang dituding kedapatan bagi bagi uang sekarang baik-baik saja. Beliau ada dirumahnya, jadi kabar yang beredar itu sudah jelas Hoax,” tegas Syamsul Bahri.
Pria yang akrab disapa Ancu itu menduga kuat isu hoax tersebut sengaja dimunculkan untuk mengalihkan isu Money Politik tim rivalnya yang kedapatan warga malam sebelumnya.
Ancu juga mempertegas, selama ini pendukung dan simpatisan Dollah-Mahmud tidak pernah meminta imbalan atau bayaran, justru masyarakatlah yang suka rela membiayai segala kegiatan selama kampanye DOAMU. Mereka mendukung dan bekerja ikhlas untuk memenangkan DOAMU tanpa meminta sesenpun biaya.
“Mereka bukan pendukung bayaran. Mereka ikhlas lahir bathin membantu Doamu demi pemimpin yang bersih dan amanah,” tambahnya.
Iapun berterima kasih pada masyarakat Sidrap yang betul-betul memperlihatkan loyalitasnya pada Duo Insinyur ini. “Mari terus rapatkan barisan untuk Doamu. Kita bersabar menghadapi cobaan ini. Biarkan masyarakat menilai siapa yang layak pimpin Sidrap kedepannya,” tandas Syamsul Bahri.
Seperti diketahui, pada Senin (25/06/2018) malam sebelumnya warga mendapati tim paslon nomor urut 1 FATMA (Fatmawati Rusdi – Abdul Majid) membagi-bagikan uang kepada 50 orang di desa Bulucenrana. Warga kemudian mengamankan dua pelaku yang kedapatan sebelum diamankan Panwas Pemilu dan aparat kepolisian.
Sementara saat ditanyai kedua orang pelaku money politik tersebut mengaku dari tim FATMA dan Calon Gubernur nomor urut 1 NH-AZIZ. (**)
SIDRAP, Trotoar.id — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Baranti menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun…
SIDRAP, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional.…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali…
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Panitia Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas),…
This website uses cookies.