TROTOAR.ID, MAROS -Muhammad Ilyas S.H (Cika’) selaku Ketua DPC Gerindra Maros, membatah dengan adanya mahar untuk Bacaleg, baik yang petahana maupun pemain baru, Kamis (26/7/2018).

Menurutnya, isu mahar yang beredar tidak benar atau hoax. Informasi tersebut sengaja dilemparkan ke publik jelang Pemilu untuk menjatuhkan partainya.
Cika memastikan, akan mengganti mahar yang dibayar bacaleg, tiga kali lipat. Jika ada permintaan Rp 100 juta, maka Cika akan mengembalikannya sebesar Rp 300 juta.
Baca Juga :
“Itu hoax. Biasalah kalau musim politik. Coba kita cari sendiri di daftar bacaleg, apakah ada kader yang sudah membayar Rp 25 juta. Kalau ada yang ditemukan, saya kembalikan uangnya ditambah tiga kali lipat,” katanya.

Soal pengunduran Hermanto dan Hardiman, Ilyas tidak mengetahuinya. Kemunginkan, partai lain lebih menjanjikan.
Menurutnya, dua eks kader tersebut bukan lagi anak-anak yang mudah dipaksa mundur dari dari partai maupun sebagai anggota dewan.
“Saya rasa mereka bukan lagi anak kecil yang gampang disuruh (mundur). Mereka pindah partai atas kemauannya sendiri. Pengunduran dirinya sudah ada di KPU,” katanya.
Sebelumnya, dua anggota DPRD Maros dari fraksi Gerindra, kompak mengundurkan diri menjelang Pemilu 2019, setelah mendapatkan informasi adanya mahar bagi petahana.

Keduanya adalah Hermanto dan Hardiman. Meski mengundurkan diri secara bersamaan, namun keduanya memilih partai yang berbrda. Hermanto pindah ke Perindo dan Hardiman ke Demokrat.
Dua kader andal tersebut memilih hengkang dari partai besutan Prabowo Subiato, lantaran merasa tidak nyaman dan adanya mahar untuk kembali nyaleg sebesar Rp 100 juta.(Abadi)



Komentar