TROTOAR.ID, MAKASSAR — Telah mengajukan pengunduran diri sebagai Legislator Provinsi dan anggota Fraksi nampaknya tidak serta Merta fasilitas dan tunjangan yang di berikan negara kepadanya lepas begitu saja.
Bahkan lima legislator partai Golkar yang telah mengundurkan diri tersebut masih menerima tunjangan dan honor sebagai anggota dewan Provinsi.
Ketua DPRD Sulsel Moh Roem mengatakan, pasca mundurnya dari keanggotaan partai Golkar maka secara otomatis fasilitas yang melekat di badan anggota juga lepas, termasuk gaji dan unjangaj sebagai anggota dewan.
Baca Juga :
Ada banyak pandangan mengenai hal itu, namun jelasnya hal tersebut akan di konsultasikan kepada pihak berwenang BPK dan Inspektorat sebelum DPRD Bersikap
“Kita akan konsultasikan hal tersebut, jangan sampai gaji dan tunjangan telah di berikan dan habis namun belakangan jadi temuan kan kasihan juga,” Kata Moh Roem via telepon selulernya.
Bahkan sekretaris DPRD Sulsel, Muh Jabir mengungkapkan mengenai hak anggota DPRD yang mundur tidak diatur dalam tatib sehingga hal tersebut akan di bicarakan bersama dengan pihak terkait BPK dan Inspektorat.
“Disini yang membuat kami berada di dua sisi, sisi lainnya jika tunjangan dan gajinya dikasi dan jadi temuan kasihan mereka, dan jika tidak itu juga adalah hak mereka jadi kami masih menunggu tanggapan akan hal tersebut,” ungkapnya
Namun secara etika dan moral beberapa kalangan menyebutkan jika anggota DPRD yang telah menyatakan mundur sebagai legislator seharusnya melepaskan semua pernak pernik fasilitas yang di berikan negara.
“Ya namanya mundur atau pindah partai harusnya mereka mengedepankan etika dan moral dan harus rela melepaskan pernak pernik yang di dapatkan dari uang negara,”Ungkap Koordinator Kopel Sulsel ,” Kata Pemerhati Politik Nurholis.(**)



Komentar