Pertemuan pertama antara Nico dan Sudirman Sulaiman di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Sedangkan Gubernur NA harus menghadiri berbagai agenda kerja lainnya terlebih dahulu.
“Kita minta data yang diberikan ke ESDM yang diberikan juga ke kami. Kedua meminta saran mereka, memberikan kepada kita informasi tentang PT Vale. Karena kita baru di sini, kita belum tahu datanya sudah sampai mana,” kata Sudirman Sulaiman.
Perusahaan ini selanjutnya akan memberikan data-data yang diperlukan oleh Pemprov Sulsel.
Terkait apakah ada pembahasan tentang penambahan investasi pertambangan, Sudirman menjelaskan, akan menggali informasi terlebih dahulu terkait potensi yang ada. Kemudian dikaji.
“Masih informasi dulu. Gali dulu apa-apa yang cocok atau tidak. Setelah itu baru ada kajian,” sebutnya.
Kajian diperlukan, tidak serta-merta menyetujui pertambangan.
“Harus ada kajian dan duduk bersama. Semua harus ada matematisnya. Hitungannya ada, nilai komersialnya bagaimana. Berpeluang atau tidak. Kita baru mau melihat,” jelasnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Vale, Nico Kanter menyebutkan, membenarkan kunjungan tersebut dalam rangka perkenalan dengan pemimpin baru Sulsel.
Dalam kesempatan tersebut Nico menjelaskan visi PT Vale.
“Kita diminta untuk kerjasama, memberikan data yang kita tahu. Itu sebenarnya lebih untuk memperkenalkan diri,” ungkapnya.
Pemaparan tentang perusahaan tambang nikel ini juga diberikan secara general.
“Pemaparan secara general, beliau ingin tahu kendala apa yang dihadapi dalam operasi. Beliau hanya ingin membantu kita melihat adakah kendala yang dihadapi untuk lebih optimal dalam beroperasi maupun investasi,” sebutnya.
Apakah ada komitmen baru dengan Pemprov, Nico menyampaikan bahwa tidak ada komitmen yang berubah. Upaya sinergitas terus dilakukan. Bahkan Ia menyebut Sudirman dalam pertemuannya untuk menekankan profesionalitas.
Terkait wacana pembentukan Perusda Pertambangan, Nico mengatakan belum ada perbincangan terkait hal itu.
“Saya rasa belum ke situ. Itu sedang dijajaki oleh Pemprov. Kalau memang ada yang baik, kenapa tidak. Semua ide perlu dicoba. Coba ditanyakan ke Pak Wagub,” jelas Nico.
Ia menambahkan, dalam pertemuannya memberi data investasi bidang pertambangan. Di mana pihak Pemprov ingin melihat kondisi pertambangan yang lebih terbuka.
Nico dan rombongan juga di sore harinya bertemu dengan Gubernur Sulsel di Rumah Jabatan.
“Lebih ke silaturahmi, karena sejak dilantik belum pernah bertemu,” pungkasnya.
Pada kunjungan tersebut, Nurdin sempat mengajak Nico dan rombongan untuk berkeleling Rujab.(*)
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Yasir Machmud, S.E., M.Si., memimpin…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong percepatan perolehan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fadly Ananda, bersama anggota Komisi…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Polemik keberadaan kandang babi di area gudang farmasi di Jalan Dg. Tata,…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Bulukumba tancap gas mengejar predikat “Sangat Inovatif” pada 2026. Sebanyak…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Kota Makassar mengintensifkan edukasi pengelolaan sampah sejak dini dengan…
This website uses cookies.