BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Bulukumba tancap gas mengejar predikat “Sangat Inovatif” pada 2026.
Sebanyak 100 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai instansi digenjot melalui coaching clinic penginputan aplikasi Innovative Government Award (IGA) di Gedung Pinisi, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) ini difokuskan pada percepatan pendokumentasian serta penginputan inovasi daerah guna mendongkrak Indeks Inovasi Daerah (IID).
Acara berlangsung di Ruang Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi, dan diikuti perwakilan dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta 10 kecamatan se-Kabupaten Bulukumba.
Sekretaris Daerah Bulukumba, Muh. Ali Saleng, secara tegas menargetkan lonjakan signifikan pada indeks inovasi daerah tahun ini.
Ia menyebut, Bulukumba harus keluar dari posisi sebelumnya dan naik ke kategori lebih tinggi.
“Tahun lalu kita berada di peringkat 90 kategori Kabupaten Inovatif. Tahun ini kita harus naik kelas menjadi ‘Sangat Inovatif’. Potensi kita besar, jangan lagi terhambat ego sektoral,” tegasnya saat membuka kegiatan.
Ia juga mendorong optimalisasi Gedung Pinisi sebagai pusat kolaborasi lintas sektor tanpa sekat birokrasi.
Momentum penting mencuat dalam sesi diskusi interaktif antara narasumber Dr. Abd. Rahman Ramlan dengan peserta, khususnya kalangan CPNS.
Dalam forum tersebut, diperkenalkan inovasi PINISI 24, sebuah gerakan yang menghimpun 101 inovasi hasil aktualisasi CPNS baru di lingkungan Pemkab Bulukumba.
Dr. Rahman menilai, ratusan inovasi tersebut menjadi modal besar yang harus dikawal agar berkembang menjadi program unggulan daerah.
“Ini adalah energi baru bagi Bulukumba. Kita akan pastikan inovasi ini tidak berhenti sebagai formalitas, tetapi berlanjut dan berdampak nyata bagi pelayanan publik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Bulukumba, A. Irma Darmayanti, menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama peningkatan kualitas layanan publik.
Ia mengungkapkan, pada 2026 Bulukumba telah mendaftarkan 22 inovasi ke ajang internasional bergengsi, seperti Guangzhou Award dan OECD-OPSI.
“Ide brilian tidak akan terlihat tanpa dokumentasi yang baik. Karena itu, seluruh peserta harus serius mengikuti pendampingan agar skor IID kita meningkat signifikan,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menerima cenderamata dari Tim iCafe Hybrid Hub sebagai bentuk dukungan untuk mengikuti kompetisi inovasi digital PIDI DIGDAYA Hackathon 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi dan pengembangan inovasi berbasis digital melalui Innovation Cafe (iCafe).
Coaching clinic ini diharapkan menjadi momentum percepatan transformasi budaya kerja di lingkup Pemkab Bulukumba, dari sekadar administratif menjadi lebih adaptif, solutif, dan inovatif.
Dengan dorongan lintas sektor dan munculnya ratusan inovasi baru, Bulukumba optimistis mampu menembus kategori “Sangat Inovatif” tahun ini.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fadly Ananda, bersama anggota Komisi…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Polemik keberadaan kandang babi di area gudang farmasi di Jalan Dg. Tata,…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Kota Makassar mengintensifkan edukasi pengelolaan sampah sejak dini dengan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Maraknya aksi kriminal jalanan di Kota Makassar mendapat sorotan serius dari Wakil…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Aksi kekerasan jalanan kembali mengguncang Kota Makassar. Seorang pria bernama Halil menjadi…
MAKASSAR, TROTOAR.ID— Pertarungan menuju kursi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kian memanas.…
This website uses cookies.