Slogan Pemilu
Sebab kehadiran figur dan tokoh politik yang ikut berkompetisi pada ajang paesta demokrasi lima tahunan menjadi sebuah tantangan besar bari mereka yang cum hadir untuk meramaikan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Peneliti Lingkar Muda Indonesia (LMI) Taufik mengungkapkan kehadiran figur baru akan memberikan jawaban dan tantangan bagi para calon incumbent, namun meski demikian figur kandidat juga tidak serta merta mudah mengalahkan incumbent, ketimbang tokoh yang telah memberikankonstribusi besar terhadap kehidupn masyarakat.
“kita ambil sampel saja untuk DPR RI dapil Sulsel II, disitu banyak figur yang cukup berpengaruh, maju di pileg, seperti istri Kepala daerah dan Mantan kepala daerah, namun apakah mereka telah memberikan konstribusi terhadap masyarakat,” Ungkapnya
Bahkan menjabat sebagai istri kepala daerah belum bisa memberikan jaminan jika kelak mereka akan terpilih, berbeda dengan mantan kepala daerah yang telah membuktikan konstribusinya terhadap daerah yang dulunya dipimpin.
Sehingga lanjutnya, peluang mantan kepala daerah cukup menjadi pesaing dari calon incumbent ketimbang istri dari kepala daerah yang cuma dianggap ikut meramaikan bursa pemilihan Legislatif.
“Ya kalau berdasarkan hasil riset, kami melihat kehadiran mantan kepala daerah akan menjadi ancaman bagi calon Incumbent, ketimbang dengan keikut sertaan istri kepala daerah, hasilnya menunjukkan istri kepala daerah belum mampu memberikan konstribusi terhadap masyarakat didaerah dimana sang suami memimpin,” Kata Taufik peneliti LMI
Apa lagi jika diukur dari jumlah pemilih yang ada di wilayahnya belum tentu bisa memberikan jaminan akan mampu meraih perolehan suara yang cukup signifikan, sebab kontensnya berbeda, mengingat pada pileg banyaknya figur yang akan menjadi pilihan masyarakat, dan menjadi salah satu alasan mengapa suara di pilkada akan berbeda dengan hasil pada pemilu.
Berdasarkan riset, mengukur, peluang incumbent berada pada angka 50-60 persen untuk kembali dapat dipilih, sementara untuk Mantan kepala daerah sekitar 30-40 persen, dan untuk istri kepala daerah cuma berada di 10-20 persen, yang artinya tidak semua masyarakat yang memilih sang suami suami pada pilkada akan ikut memilih istri pada dipileg.
“Bisa kita lihat investasi apa yang telah di tanamkan istri kepala daerah di wilayah yang di pimpin sang suami, dan juga dapat diukur jumlah suara sang suami saat ikut pilkada berapa, jelas semua akan menajdi ukuran,” ungkapnya
Bahkan pengamat politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Firdaus Muhammad menganggap keikut sertaan istri kepala daerah cuma sebagai pelengkap untuk memenuhi kuota perempuan pada pileg, sehingga jelas pengaruhnya akan kecil.
Berbeda dengan mantan kepala daerah, yang jelas investasi sosial dan politik telah ditanamkan sejak mereka menjabat sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah, olehnya dia sepakat jika ancaman incumbent pada pileg mendatang adalah keikut sertaan mantan kepala daerah pada pemilu.
“Saya sepakat dengan ungkapan diatas, bahwa peluang istri kepala daerah akan kecil kemungkinan mampu bersaing dengan mantan kepala daerah yang ikut pileg, mengingat sang istri kepala daerah tidak memiliki investasi sosial, yang berbeda dengan mantan kepala daerah yang telah memiliki investasi sosial dan politik di masyaraat,” Pungkasya (UPI)
SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui edukasi…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf melantik sebanyak 55 anggota Badan Permusyawaratan…
SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi sehat…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kampanye informasi…
Makassar, Trotoar.id – Dinamika internal Partai Golkar Sulawesi Selatan kian menghangat menyusul polemik yang dipicu…
MAKASSAR, TROTOAR.ID -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencopot Husniah Talenrang…
This website uses cookies.