ILustrasi Pemerkosaan
Bahkan, dengan maraknya aplikasi media sosial yang terus berkembang disandi-sandi kehidupan masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa bisnis protitusi online cukup berkembang pesat disejumlah ibu kota di tanah air ini.
Tak jarang dalam menggeluti bisnis portitusi online diperankan anak remaja yang berusia 18 tahun hingga 30 tahun, bahkan dalam proses transaski yang dilakukan kedua belah pihak juga membuka ruang tawar menawar untuk hal diatas ranjang.
Seperti penelusuran yang di lakukan Troroar.id, sejumlah aplikasi media sosial seperti Beetalk, dan michat, merupakan sarana bagi kaum perempuan yang menjajakan dirinya dalam dunia portitusi, tidak tanggung-tanggung dari sekian banyak pengguna media sosial tersebut, matoritas di penghuninya adalah mereka yang memang mencari nafkah dari kepuasan sexualitas.
Salah satu wanita yang menjajakan dirinya di dunia maya, sebut saja Rara, mengungkapkan jika dia merupakan seorang mahasiswi di salah satu Perguruang tinggi di Makassar, dia terjung kedunia portitusi online cuma hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup saja.
“Saya lakukan ini semua karena tuntutan biaya hidup, yang semakin hari semakin meningkat, mengingat biaya yang dikirimkan orang tua dari kampung belum memenuhi kebutuhan hidup di ibu kota,” Ungkapnya
Kebutuhan hidup yang menjadi hal utuma bagi Rara adalah kebutuhan sekunder, berupa pakaian, Handpone, serta biaya perawatan tubuh yang semunya jelas membutuhkan biaya yang cukup besar.
Ditambah lagi dengan kebutuhan biaya cos, yang harus di bayar setiap bulannya, membuat dirinya mau tak mau harus terjung dalam dunia portitusi online untuk mudah mendapatkan uang.
Dia menceritakan, jika dirinya selama terjung dalam dunia portitusi Online, kini mampu membiaya hidunya seorang diri, meski tak harus lagi dikirimkan oleh orang tua untuk biaya hidup bahkan dalam sehari dia mengaku mampu melayani pria hidung belang hingga 5-7 orang dalam sehari dengan tarif Rp500-Rp700 ribu sekali kencang.
Sehingga dalam sehar, diungkapkannya dia mampu mampu meraih keuntungan sebanyak Rp Rp2.500.00 hingga Rp3.500.000, dipotong biaya sewa hotel Rp500 ribu perhari, bahkan dirinya juga mampu menjalani kehidupan sex selama 20 hari dalam sebulan.
Artinya dari bisni portitusi yang digelutinya, dia mampu mengantongi uang puluhan juta setiap bulannya.
“Sekitar 2-3 juta perhari, namun itu semua harus disisipakn untuk biaya hidup beli ini beli itu, termasuk membeli mobil,” Ungkapnya.
Dia mengaku jika apa yang dilakoninya selama setahun lebih, dilakukan dengan seorang diri, bahkan dia mengaku sempat diajk seorang mucikari untuk bekerja sama, namun di tolaknya, lantara pembagian hasil yang menurutnya tidak seimbang, sehingga dia memilih jalurnya sendiri
Bahkan jika mengacu pada peristiwa penikaman wanita di Hotel Asia, belum lama ini mencadi cerminan bagi penehak hukum untuk mampu membongkar sindikat pekerja portitusi online yang semakin marak di kota Daeng ini.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…
SIDRAP, Trotoar.id — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Baranti menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun…
SIDRAP, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional.…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali…
This website uses cookies.