Internasional

Kisah Bocah 10 Tahun yang Jadi Rebutan Google dan Microsoft

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Banyak orang memiliki keinginan yang besar untuk dapat bekerja di Perusahaan teknologi Google dan Microsoft, namun dengan ketatnya persyaratan dalam.selektifnya kemampuan orang menjadi rintangan yang cukup berat bagi mereka yang ingin bekerja di perusahaan teknologi terbesar di dunia.

Namun tidak bagi Samaira Mehta, seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang berasal dari lingkungan industri teknologi Silicon Valley, California, Amerika Serikat.

Anak perempuan yang berusia 10 tahun tersebut menjadi perhatian Google dan Microsoft karena anak tersebut diam-diam telah mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dengan mengembangkan sebuah game bernama CoderBunnyz untuk mengajari anak-anak tentang bagaimana cara meng-coding.

Bahkan Samaira sendiri juga telah berhasil  mendapatkan hadiah 2.500 dolar AS untuk posisi kedua yang ia raih dalam kompetisi Pitchfest Think Tank Learning pada 2016 lalu.

Keberhasilannya tersebutlah Prestasi Samaira mulai mendapat perhatian dari sejumlah ahli pemasaran Cartoon Network, yang sedang mencari sosok perempuan muda yang menginspirasi sebagai “Powerpuff Girls” dalam kehidupan nyata.

Setelah ia tampil dalam salah satu video Cartoon Network, kehidupan Samaira pun berubah. Samaira mulai diliput media-media nasional, dan ia pun menjual game-nya di Amazon.

“Kami menjual 1.000 boks (game), jadi lebih dari 35 ribu dolar AS (pendapatannya), dan itu hanya dipasarkan selama satu tahun,” ujar Samaira, kepada Business Insider.

Kemampuan yang turun dari sang ayah

Ternyata, kemampuan coding Samaira turun dari ayahnya, Rakesh Mehta. Rakesh adalah seorang engineer di Intel, dan juga mantan engineer Sun Microsystems serta Oracle.

Ketika meluncurkan game CoderBunnyz, Samaira dibantu ayahnya untuk melancarkan rencana pemasaran yang menarik, yaitu menggunakan game sebagai ajang pelatihan coding bagi anak-anak sekolah.

Ia kemudian meluncurkan sebuah inisiatif yang disebut ‘Yes, 1 Billion Kids Can Code’ yang memungkinkan orang-orang untuk mendonasikan game buatannya ke sekolah-sekolah. Samaira setelah itu merancang pelatihan yang ia lakukan di sekolah-sekolah tersebut.

Di awal tahun ajaran sekolah kali ini, 106 sekolah telah menggunakan game buatan Samaira untuk mengajari anak-anak bagaimana cara coding.

“Di dunia ada lebih dari 1 miliar anak. Ada orang-orang yang bersedia mendonasikan CoderBunnyz ke sekolah-sekolah dan juga orang yang membutuhkannya di seluruh dunia, yang ingin belajar coding,” jelasnya.

Penjualan game ini sukses, dan Samaira tak berhenti sampai di situ. Ia membuat sekuel game CoderBunnyz pertama yang kali mengajari anak-anak bagaimana cara coding menggunakan artificial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan.

Game baru itu diberi judul CoderMindz, dan ia mengklaimnya sebagai board game AI pertama di dunia. Seperti halnya CoderBunnyz, anak-anak akan mempelajari prinsip dasar AI lewat game tersebut, mulai dari konsep seperti pelatihan model AI dan pembelajaran yang adaptif. Jika telah mahir, kemampuan ini nantinya bisa mereka gunakan untuk membangun robot.

Tidak sendirian, Samaira merancang game CoderMindz bersama adiknya, Aadit, yang masih berusia enam tahun.

Bintang teknologi muda lahir

Kesuksesan game ini membuat Samaira sangat sibuk dengan jadwal workshop. Ada 60 pelatihan yang pernah ia selenggarakan di Silicon Valley bersama lebih dari 2 ribu anak.

Pelatihan itu termasuk pernah digelar di markas Google di Mountain View, California. Di sana ia bertemu dengan Chief Culture Officer Google, Stacy Sullivan. Samaira mengaku mendapat tawaran untuk bekerja di Google saat sudah lulus kuliah nanti.

“Setelah serangkaian workshop di markas Google, kami (dengan Stacy) mengobrol selama satu jam. Ia mengatakan saya hebat dan ketika saya sudah lulus kuliah, saya bisa bekerja di Google,” ungkap Samaira.

Samaira yang polos itu menjawab tawaran Stacy dengan keraguan. Ia mengaku tidak tahu apakah ingin bekerja di Google, karena ia senang menjadi seorang wirausahawati.

Selain Google, raksasa teknologi lain seperti Microsoft juga pernah mengundang Samaira sebagai pembicara dalam sebuah acara. Sejak debut CoderBunnyz, Samaira telah berjumpa banyak tokoh besar.

Bertemu Michelle Obama hingga Mark Zuckerberg

Mantan First Lady AS, Michelle Obama, pernah ia temui, begitu pula pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Pertemuan dengan Zuckerberg terjadi ketika momen Halloween, dan ia mendatangi rumah Zuckerberg untuk bermain ‘trick or treat’.

Dalam kesempatan itu, ia menceritakan kemampuan coding-nya kepada Zuckerberg.

“Akhirnya saya berhasil menemuinya. Ia memegang cokelat. Saya bilang kepadanya jika saya coder muda, dan ia bilang saya untuk melanjutkannya, dan saya hebat,” papar Samaira.

Kini, ia sudah meluncurkan sebuah serial wawancara sendiri dalam situs CoderBunnyz, di mana ia berbicara dengan orang-orang tentang robotika, game, dan edukasi. Samaira menginvestasikan kembali semua uang yang didapatnya dari bisnisnya, untuk memproduksi game CoderBunnyz baru.

Bahkan, ia sudah mulai merancang rencana untuk beramal jika bisnis yang ia bangun mulai memberikan profit untuknya.

“Ini bisa mengurangi gelandangan dan membantu orang-orang untuk memiliki kemampuan, dan saya peduli tentang tunawisma,” ujar Samaira.

Sumber: Naviri Magazine

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL
Tags: Teknologi

BERITA TERKAIT

Musda Digelar Juni, Empat Kader PD Diusulkan Maju

Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda

9 jam ago

DPRD Sulsel Tutup Masa Sidang II, Sekprov: Orang Sabar Disayang Tuhan

MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang…

11 jam ago

Program SEHATI Hadir di SMA 17 Makassar, Dorong Deteksi Dini Perilaku Berisiko Remaja

MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi…

11 jam ago

Dorong Profesionalisme Jurnalist Pemkot Makassar Fasilitasi Wartawan Ikut UKW

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia…

11 jam ago

Pajak Hiburan Makassar Lampaui Target, Tren Positif Dorong PAD Tembus Rp36 Miliar

MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja sektor pajak hiburan di Kota Makassar menunjukkan tren yang semakin menggembirakan.…

11 jam ago

Ketua TP PKK Luwu Tekankan Peran Posyandu sebagai Pusat Edukasi Masyarakat

LUWU, Trotoar.id — Peringatan Hari Posyandu Nasional tingkat Kabupaten Luwu digelar di Posyandu Sartika, Desa…

11 jam ago

This website uses cookies.