Metro

Tak Dibayar, Depcolektor PT Airmas Pantero Sita Barang KPU Makassar

TROTOAR.ID, MAKASSAR – Perusahaan PT. Airmas Pantero Tekhnologi kini menarik barang barang yang berada di Kantor KPU Kota Makassar, Selasa, (18/12/2018).

Dimana, Penarikan tersebut dilakukan karena KPU Makassar tak kunjung membayar pengadaan barang dan jasa di Kantor KPU Kota Makassar. Padahal, sebelumnya sudah ada surat dari KPU Sulsel mengenai batas waktu pembayaran.

Kuasa Direksi, PT Airmas Pantero Teknologi, Poltak David Aditiya menjelaskan, penarikan barang-barang ini setelah KPU kota Makassar tak memberikan kepastian pembayaran.

“Poinnya sih, kita menunggu pembayaran dari pihak sekretaris KPU Makassar, sampai dengan 19 November berdasarkan surat KPU Pemprov. Sampai dengan saat ini belum ada kepastian. Kita tarik dulu, sampai ada kepastian, kemudian kami kembalikan jika sudah terbayar,” ujar Poltak David.

Barang-barang tersebut, yakni 3 unit laptop merek Acer (Aspire vn7-592g), 7 unit notebook merek Dell Inspiron, 20 unit desktop PC Asus AIO, 1 unit server, 6 unit printer Epson, serta 5 portable hard drive. Jika diuangkan, total nilainya mencapai Rp368.998.900.

Dimana semua barang tersebut merupakan pembelian KPU kota Makassar melalui E-Katalog, yang merupakan sistem pembelanjaan melalui LKPP. kemudian PT Airmas Pantero Teknologi menyetujui pembelian tersebut, sehingga melakukan pengiriman pertama sejak 31 Maret 2018.

Menurut David, bahwa penarikan barang-barang ini pun sudah melalui beberapa tahapan. Termasuk, melakukan komunikasi dengan pihak KPU Provinsi Sulsel. Dimana saat penyitaan barang, PT. Airmas Pantero Tekhnologi didampingi pihak KPU Sulsel.

“kami juga sudah bersurat ke inspektorat, mengenai penyitaan itu,”beber David.

Saat ini David hanya memberikan dead line pembayaran hingga 18 Januari 2019. Hanya saja, dia belum bisa mengambil keputusan, jika seandainya barang-barang itu tak kunjung dibayarkan.

“Saya belum tahu, kebijakan apa yang akan kita ambil. Nanti, saya akan hubungi menajemen dulu di Jakarta, seperti apa tindak lanjutnya,” sambung David.

Sampai saat ini pihaknya tak mendapat kejelasan, kenapa barang-barang tersebut belum dibayarkan. Tapi, dia memastikan dirinya sudah berkali-kali melakukan penagihan.

Barang-barang tersebut diketahui dipakai untuk keperluan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Juni 2018 lalu.

(Thamrin Latief)

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

Stabilkan Harga Telur, Pemkab Sidrap Gandeng PT CPI Kampanyekan Konsumsi

SIDRAP, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bergerak cepat merespons anjloknya harga telur di…

60 menit ago

Sapi Hasil Inseminasi Buatan Peternak Sidrap Diusulkan Jadi Kurban Presiden

SIDRAP, TROTOAR.ID — Sinergi antara teknologi peternakan modern dan ketelatenan peternak di Kabupaten Sidenreng Rappang…

1 jam ago

Koperasi Merah Putih Segera Diresmikan, Wabup Sidrap Tekankan Kekuatan Kolaborasi

SIDRAP, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, mengapresiasi kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam persiapan…

3 jam ago

Gerak Cepat, Bupati Sidrap Tinjau Banjir Amparita Usai Tiba dari Jakarta

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana dengan…

3 jam ago

Bupati Sidrap Turun Langsung Pantau Banjir, Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Drainase Tersumbat

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak banjir…

3 jam ago

Hanya 20 Persen Petani Baca Label Pestisida, Alishter Ingatkan Risiko Keracunan

LUWU UTARA, TROTOAR.ID — Rendahnya kesadaran petani dalam membaca label kemasan pestisida menjadi perhatian serius.…

3 jam ago

This website uses cookies.