Nasional

Berdedar Kabar Banten Diterjang “Tsunami” Tiga Warga Meninggal Belasan Luka-Luka

TROTOAR.ID, BANTEN — Pasangnya air laut yang terjadi malam tadi di wilayah pantai Anyer, Provinsi banteng mengakibatkan sejumlah bangunan rusak akibat hantaman gelombang tinggi yang tiba-tiba mencul.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Menyebutkan gelombang tinggi yang meyapu dan merusak sejumlah hotel dan memadamkan listrik serta menyeret sejumlah Kendaraan dan juga mengakibatkan 3 orang dilaporkan meninggal dunia dan 11 orang lainnya luka-luka.

Peristiwa gelombang tinggi naik hingga daratan terjadi sekitar pukul 21.15 WIB, dikala sejumlah masyarakat menikmati malam mingu, bahkan gelombang tinggi yang dianggap sebagai Tsunami, dibantah oleh BNNP.

“Ini bukan tsunami. ini cuma air laut yang pasang dan ditambah dengan hantaman gelombang, dan bukan letusan Gunung Anak Krakatau. Tapi gelombang pasang karena bulan purnama,” ujar Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho seperti dikutip dari keterangan tertulis seperti yang dilansir kompas.com

Bahkan BNPB juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang BNPB pun dan tidak panik, akan datangnya gelombang tinggi yang merusak bangunan yang ada ditepi pantai.

“Informasi dari anak buah saya di lapangan ada korban jiwa, banyak dan saat ini banyak warga yang mengungsi,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pandeglang, Endan Permana, saat dikonfirmasi, Sabtu malam.

Sebelumnya dalam akun twitter BMKG menyebutkan fenomena alam tersebut bukan tsunami melainkan gelombang tinggi. Namun, belakangan BMKG menyebutkan gelombang tinggi tersebut merpakan tsunami berdasar dari laporan eempat stasiun pengamatan.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang yang terjadi masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Meski menyatakan tsunami, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rachmat Triyono belum dapat membenarkan apakah gelombang tinggi yang terjadi tersbeut merupakan hantaman tsunami atau ukan, mengingat tidak ada aktivitas seismik di sekitar lokasi gelombang tinggi.

“Jadi masih belum jelas penyebabnya apa. Apakah mungkin karena aktivitas Krakatau? Kita belum tahu,” katanya saat dihubungi dikutip kompas.com

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

PSI Selayar Tancap Gas Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Desa

SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar,…

12 jam ago

TP PKK Makassar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Bimtek dan Peninjauan Kebun Aku Hatinya PKK

MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan…

16 jam ago

Buka Karang Taruna Cup II, Aksi Bupati Sidrap Main Voli Semarakkan Suasana

SIDRAP, Trotoar.id — Pembukaan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Cup II di Kelurahan Bangkai, Kecamatan…

17 jam ago

Pemerintah Pusat Apresiasi Kinerja Pemkot Makassar

JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan lawatan kerja ke Jakarta untuk memperkuat…

18 jam ago

Lawan Stunting, Pemkab Sidrap Gencarkan Kampanye Hidup Sehat

SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya penanganan stunting melalui kampanye…

19 jam ago

Pesan Tegas Bupati di Rakor Pendidikan Sidrap: Tanamkan Karakter Siswa Melalui Budaya Bersih

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyampaikan pesan tegas terkait pentingnya penanaman…

19 jam ago

This website uses cookies.