Berdedar Kabar Banten Diterjang “Tsunami” Tiga Warga Meninggal Belasan Luka-Luka

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 23 Desember 2018 03:04

Berdedar Kabar Banten Diterjang “Tsunami” Tiga Warga Meninggal Belasan Luka-Luka
TROTOAR.ID, BANTEN — Pasangnya air laut yang terjadi malam tadi di wilayah pantai Anyer, Provinsi banteng mengakibatkan sejumlah bangunan rusak akibat hantaman gelombang tinggi yang tiba-tiba mencul.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Menyebutkan gelombang tinggi yang meyapu dan merusak sejumlah hotel dan memadamkan listrik serta menyeret sejumlah Kendaraan dan juga mengakibatkan 3 orang dilaporkan meninggal dunia dan 11 orang lainnya luka-luka.

Peristiwa gelombang tinggi naik hingga daratan terjadi sekitar pukul 21.15 WIB, dikala sejumlah masyarakat menikmati malam mingu, bahkan gelombang tinggi yang dianggap sebagai Tsunami, dibantah oleh BNNP.

Baca Juga  Direksi PD Pasar Tekankan Netralitas di Pilwali 2020

“Ini bukan tsunami. ini cuma air laut yang pasang dan ditambah dengan hantaman gelombang, dan bukan letusan Gunung Anak Krakatau. Tapi gelombang pasang karena bulan purnama,” ujar Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho seperti dikutip dari keterangan tertulis seperti yang dilansir kompas.com

Bahkan BNPB juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang BNPB pun dan tidak panik, akan datangnya gelombang tinggi yang merusak bangunan yang ada ditepi pantai.

Baca Juga  Ini Peta Wilayah Pasien Positif Corona di Sulsel

“Informasi dari anak buah saya di lapangan ada korban jiwa, banyak dan saat ini banyak warga yang mengungsi,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pandeglang, Endan Permana, saat dikonfirmasi, Sabtu malam.

Sebelumnya dalam akun twitter BMKG menyebutkan fenomena alam tersebut bukan tsunami melainkan gelombang tinggi. Namun, belakangan BMKG menyebutkan gelombang tinggi tersebut merpakan tsunami berdasar dari laporan eempat stasiun pengamatan.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang yang terjadi masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Baca Juga  UNM Siap Tampung Mahasiswa Untad Korban Gempa

Meski menyatakan tsunami, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rachmat Triyono belum dapat membenarkan apakah gelombang tinggi yang terjadi tersbeut merupakan hantaman tsunami atau ukan, mengingat tidak ada aktivitas seismik di sekitar lokasi gelombang tinggi.

“Jadi masih belum jelas penyebabnya apa. Apakah mungkin karena aktivitas Krakatau? Kita belum tahu,” katanya saat dihubungi dikutip kompas.com

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 15:18
HUT ke-419 Makassar, Diskominfo Siapkan Dua Award untuk Perkuat Komunikasi dan Layanan Publik
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan dua ajang penghargaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makass...
Politik05 November 2026 15:05
Aktivis FRAKSI Sebut Isu Dasco Jadi Cawapres sebagai Pengalihan Isu, Minta Kasus Penyadapan Diusut Tuntas
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Munculnya isu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bakal menjadi calon wakil presiden menuai sorotan di tengah mencuatnya kas...
Metro05 November 2026 11:14
HUT ke-419 Makassar, Pasar Murah Tawarkan Paket Sembako Rp63 Ribu di Lima Kecamatan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menghadirkan program pasar murah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-...