Berdedar Kabar Banten Diterjang “Tsunami” Tiga Warga Meninggal Belasan Luka-Luka

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 23 Desember 2018 03:04

Berdedar Kabar Banten Diterjang “Tsunami” Tiga Warga Meninggal Belasan Luka-Luka
TROTOAR.ID, BANTEN — Pasangnya air laut yang terjadi malam tadi di wilayah pantai Anyer, Provinsi banteng mengakibatkan sejumlah bangunan rusak akibat hantaman gelombang tinggi yang tiba-tiba mencul.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Menyebutkan gelombang tinggi yang meyapu dan merusak sejumlah hotel dan memadamkan listrik serta menyeret sejumlah Kendaraan dan juga mengakibatkan 3 orang dilaporkan meninggal dunia dan 11 orang lainnya luka-luka.

Peristiwa gelombang tinggi naik hingga daratan terjadi sekitar pukul 21.15 WIB, dikala sejumlah masyarakat menikmati malam mingu, bahkan gelombang tinggi yang dianggap sebagai Tsunami, dibantah oleh BNNP.

“Ini bukan tsunami. ini cuma air laut yang pasang dan ditambah dengan hantaman gelombang, dan bukan letusan Gunung Anak Krakatau. Tapi gelombang pasang karena bulan purnama,” ujar Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho seperti dikutip dari keterangan tertulis seperti yang dilansir kompas.com

Bahkan BNPB juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang BNPB pun dan tidak panik, akan datangnya gelombang tinggi yang merusak bangunan yang ada ditepi pantai.

“Informasi dari anak buah saya di lapangan ada korban jiwa, banyak dan saat ini banyak warga yang mengungsi,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pandeglang, Endan Permana, saat dikonfirmasi, Sabtu malam.

Sebelumnya dalam akun twitter BMKG menyebutkan fenomena alam tersebut bukan tsunami melainkan gelombang tinggi. Namun, belakangan BMKG menyebutkan gelombang tinggi tersebut merpakan tsunami berdasar dari laporan eempat stasiun pengamatan.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang yang terjadi masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Meski menyatakan tsunami, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rachmat Triyono belum dapat membenarkan apakah gelombang tinggi yang terjadi tersbeut merupakan hantaman tsunami atau ukan, mengingat tidak ada aktivitas seismik di sekitar lokasi gelombang tinggi.

“Jadi masih belum jelas penyebabnya apa. Apakah mungkin karena aktivitas Krakatau? Kita belum tahu,” katanya saat dihubungi dikutip kompas.com

 Komentar

Berita Terbaru
Politik04 Mei 2026 23:03
PSI Selayar Tancap Gas Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Desa
SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Putriana, terus mengint...
Metro04 Mei 2026 18:50
TP PKK Makassar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Bimtek dan Peninjauan Kebun Aku Hatinya PKK
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) serta p...
Daerah04 Mei 2026 18:18
Buka Karang Taruna Cup II, Aksi Bupati Sidrap Main Voli Semarakkan Suasana
SIDRAP, Trotoar.id — Pembukaan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Cup II di Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Senin (4/5/2026), berlangsung me...
Metro04 Mei 2026 17:12
Pemerintah Pusat Apresiasi Kinerja Pemkot Makassar
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan lawatan kerja ke Jakarta untuk memperkuat sinergi penanganan masalah sosial d...