Hingga saat ini jumlah meninggal orang meninggal sebanyak 373 orang, sementara 1.459 orang lainnya luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi.
“Jumlah korban meninggal saat ini 373 orang dan kemungkinan korban akan bertambah terus, mengingat evakuasi terus dilakukan,’ Ungkap Soetopo Purwo Nugroho.
Selain menyebutkan jumlah korban, Sotopo juga mengungkapkan akibat bencana tersebut BNPB juga mengungkapkan jika terdapat 681 rumah rusak, 69 hotel dan villa rusak, 420 perahu dan kapal rusak, 60 warung dan toko rusak serta puluhan kendaraan rusak.
Saat ini juga, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran dan evakuasi korban akibat bencana tsunami di sepanjang daerah yang terkena dampak tsunami yang terjadi di Selat Sunda.
Bahkan beberapa daerah yang sebelumnya agak sulit ditembus kini sudah dapat diakses akibat jalan rusak dan tertutup oleh material hantaman tsunami.
“Hal itu menyebabkan korban terus ditemukan oleh petugas tim SAR gabungan,” tuturnya.
Dia mengatakan, dampak bencana tsunami Selat Sunda melanda daerah pesisir di pantai barat Provinsi Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang dan di pantai selatan Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.(**)
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Ketua II DPRD Papua Barat Daya, Fredrik Frans Adolof Marlissa, memimpin…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan standar operasional prosedur (SOP) terpadu penanganan Orang…
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani Suardi, dijadwalkan segera dilantik sebagai…
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat Daya melakukan kunjungan kerja ke…
SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar,…
This website uses cookies.