Kapolda DKI, Irjen Pol IDham Aziz
TROTOAR.ID, Makassar — Setahun lebih sudah kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terjadi, namun otak pelaku penyiraman belum juga tertangkap, sehingga Kapolri Jendral Tito KArnavian membentuk tim Khusus Mengejar pelaku penyiraman dan otak dari peristiwa tersebut.
Kapolri menunjuk Kapolda DKI Irjen Pol Idham Aziz sebagai komando tim khusus yang dibentuk Kapolri. teim tersebut melibatkan sejumlah jendral di institusi kepolsian dan para pakar yang nantinya tim tersebut berkoordinasi langsung dengan Kapolri.
“Benar, Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah kepolisian dalam mengusut kasus penyiraman air keras,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019) dikutip sindonews.
Selain melibatkan para jendral bintang tiga, Kapolri juga mengandeng sejumlah pakar, termasuk mantan wakil ketua KPK Indriyanto Seno Adji, Hermawan Sulistyo peneliti LIPI, Amzulian Rifai, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti dua mantan Komisioner Komnas HAM Nur Kholis serta Ifdhal Kasim, dan Ketua Setara Institut e Hendardi, , dan
Iqbal mengungkapkan tim khusus bentukan Kapolri tersebut akan fokus manangani kasusu yang dialami Penyidik KPK Novel Baswedan, beranggotakan 65 orang, selain dari pihak kepolisian dan keterwakilan Densus 88, Kapolri juga melibatkan, keterwakilan unsur KPK, tokoh masyarakat, pakar dan pihak lain yang dibutuhkan.
Pembentukan tim khusus tersebut berdasar dari hasil rekomendasi Komnas HAM, dan tim yang dibentuk kapolri tersebut akan bertugas sejak SK diterbitkan pada 8 January 2018 hingga Juli 2019,
“Tim nantinya akan bekerja selama enam bulan kedepan, berdasarkan Surat tugas yang berlaku selama enam bulan,” jelas Iqbal.
Diketahui, jika Komnas HAM telah menyelesaikan laporan hasil pemantuan terhadap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, yang salah sati rekomendasinya Komnas HAM adalah pembentukan tim gabungan untuk mengusut kasus Nvel Baswedam
“Tim gabungan untuk mengungkap fakta, peristiwa dan pelaku penyiraman air keras kepada Novel yang terjadi pada 11 April 2017,” ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam.
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menunjukkan respons cepat…
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai menjajaki kerja sama di sektor energi…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menerima audiensi Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani melaksanakan audiensi sekaligus menyampaikan undangan pelantikan Komite Nasional Pemuda Indonesia…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tahapan wawancara Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II.b…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin yang digelar di Four…
This website uses cookies.