Categories: Metro

P2TP2A Bantaeng Angkat Bicara Soal Maraknya Kasus Kekerasan Terhadap Anak

TROTOAR.ID, BANTAENG – Kasus kekerasan terhadap anak yang marak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, membuat Ramlah selaku Kasi Perlindungan Anak dan Tumbuh Kembang Anak pada Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas PMDPPPA Kabupaten Bantaeng angkat bicara.

Dia menyampaikan bahwa kasus kekerasan anak menjadi tanggung jawab bersama, bukan saja Pemerintah. Dia bahkan menegaskan kalau orang tua mempunyai andil untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak. Demikian pula kekerasan terhadap perempuan.

Pihaknya gencar mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi serta penyuluhan-penyuluhan. Dimana,Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPA RI), kata dia, telah menggalakkan beragam program yang ditujukan untuk meminimalisir angka kekerasan anak dan perempuan.

Program itu diantaranya PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga), PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) dan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak) dan Forum Anak Butta Toa (FABT).

Ketika terjadi kasus kekerasan pada anak maupun perempuan, P2TP2A berada di garda depan melakukan pendampingan, pelayanan psikologis, bantuan hukum, serta memberikan rujukan medis.

“Bukan saja kita fokus mendampingi korban kekerasan, tapi juga gencar mengedukasi masyarakat. Mengajak serta menghimbau untuk tidak melakukan kekerasan pada anak maupun perempuan,” tegasnya.

Lanjut Ramlah, menjadi program nasional KPPA RI sebagai upaya mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) handal dan berkualitas.

Dikenal dengan sebutan 3ENDS. Yaitu End Violence Against Women and Children (Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak), End Human Trafficking (Akhiri Perdagangan Manusia) dan End Barriers To Economic Justice (Akhiri Kesenjangan Ekonomi terhadap perempuan).

Sementara itu, salah seorang Pendamping P2TP2A, Rusdawati menguraikan, hingga Januari 2019 terjadi 1 kasus kekerasan pada anak.

Berbeda di tahun 2018 sebanyak 12 kasus, 7 diantaranya pelecehan seksual ditambah kasus penganiayaan dan bullying.

“Ada 12 kasus yang ditangani P2TP2A di tahun 2108 khusus kekerasan pada anak. Kita dampingi korban untuk mendapat perlakuan hukum yang adil atas pelaku kekerasan”, jelas dia.

Dia berharap masyarakat semakin sadar di tengah modernisasi zaman yang banyak mempengaruhi cara berpikir dan bersikap masyarakat.

Reporter : Sidiq

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

Recent Posts

Gerakan Anti Mager Siap Digelar, Sinergi Unsur Pendidikan di Sidrap Diperkuat

SIDRAP, TROTOAR.ID — Persiapan pelaksanaan Gerakan Anti Mager di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus dimatangkan…

3 menit ago

Wali Kota Makassar Ajak APINDO Jadi Pelopor Gerakan Ramah Lingkungan

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Kalangan dunia usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Selatan…

2 jam ago

Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Pembangunan, Ranperda Perhubungan Resmi Disahkan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan DPRD Kota Makassar kembali diperkuat melalui…

4 jam ago

Menaker Yassierli: Perempuan Harus Jadi Penggerak Utama Transformasi Dunia Kerja

JENEWA, TROTOAR.ID — Peran perempuan dalam transformasi dunia kerja ditegaskan harus diperkuat di tengah pesatnya…

5 jam ago

BAZNAS Bulukumba Sembelih 129 Ekor Kambing DAM Jamaah Haji, Didistribusikan ke Panti Asuhan dan Ponpes

BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Penyembelihan hewan DAM jamaah haji asal Kabupaten Bulukumba Tahun 1447 H/2026 M…

6 jam ago

Atasi Kelangkaan Gas Melon, Pemkab Luwu Salurkan Ribuan Tabung LPG 3 Kg Lewat Pasar Murah

LUWU, TROTOAR.ID – Upaya penanganan kelangkaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Luwu telah dilakukan melalui…

6 jam ago