TROTOAR.ID — Jabatan ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy paska ditetapkan sebagai tersangka dalam. kasus korupsi suap jual beli jabatan di kementrian agama akan ditentukan secepatnya akan di putuskan.
Sekretaris Jendral PPP Asri Sani menjelaskan putusan mengenai jabatan Romy nantinya akan di putuskan dalam rapat pleno DPP apakah jabatan Romi sebagai ketua umum di berhentikan atau cuma akan menunjuk PLT ketua DPP.
“Dalam waktu dekat keputusannya akan kita lakukan secepatnya, sebab kami Rapat pengurus harian yang dihadiri oleh ketua majelis atau pimpinanmya majelis, yakni Majelis Pertimbangan Partai, Majelis Pakar, Majelis Syariah,” kata Arsul saat konferensi pers di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019) dikutip Suara.com
Dan jika dalam rapat harian, peserta ra oat menyepakati Pergantian ketua umum, maka posisi tersenyum akan dimandatkan kepada wakil ketua umum atau jabatan lainya untuk mengisi kursi ketua umum PPP, Ketentuan itu tertuang dalam pasal 13 AD/ART PPP.
Lanut dia jika dalam rapat nantinya menetapkan PLT maka jelas akan langsung di sahkan dalam rapat harian tersebut, yang mana nantinya kendali organisasi dimandatkan kepada orang yang ditunjuk tersebut.
“Nanti siapa yang akan di mandat kan menjabat sebagai PLT jika peserta rapat harian sepakat memberhentikan Romi sementara maka dia akan mengendalikan organisasi, ” Ungkap Asrul
Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK akhirnya memastikan status Ketum PPP Romahurmuziy atau Rommy sebagai tersangka dugaan suap terkait seleksi jabatan pimpinan di Kementerian Agama (Kemenag).
Penetapan status tersangka itu diumumkan oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019) siang.
“Setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam, sebagaimana diatur dalam KUHAP dilanjutkan dengan gelar perkara maka disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait seleksi jabatan pada Kemenag tahun 2018-2019,” ujar Laode M Syarif.




Komentar