TROTOAR.ID, MAKASSAR- Terduga pelaku pembunuhan seorang perempuan di Jalan Poros Japing Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa, akhirnya diamankan unit Resmob Polda Sulsel, Jumat, 22/3/2019.
Dimana, terduga pelaku diketahui bernama DR. Wahyudi Jayadi (44) merupakan seorang Dosen dan rekan ke rja korban sendiri, dimana terduga pelaku dibekuk di halaman Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Jalan A. Mappaoudang, Nomor 63, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Kabag Humas Polres Gowa, AKP Tambunan saat dikomfirmasi mengatakan, terduga pelaku masih di amankan, untuk dilakukan penyidikan.
“masih tahap penyidikan dan status terduga pelaku masih sebagai saksi,”ujarnya, Sabtu (23/3/2019).
Namun, berdasarkan hasil penyelidikan unit Resmob Polda Sulsel dilapangan disimpulkan bahwa Korban bernama Zulaeha Djafar (40) bukan merupakan korban perampokan akan tetapi korban pembunuhan yang dikuatkan dengan tidak adanya barang berharga milik korban yang hilang.
Dimana, introgasi yang dilakukan unit Resmob Polda Sulsel kepada Dr. Wahyu Jayadi terduga pelaku pembunuhan telah mengakui perbuatannya, dimana terduga pelaku mencekik leher korban.
Selanjutnya, pelaku mencoba menutupi perbuatannya, dengan membuat korban tersebut seolah-olah adalah korban perampokan dengan cara pelaku mengunci mobil yang dikendarai oleh korban dari dalam.
kemudian mengambil barang-barang milik korban yang ada di dalam tas milik korban, kemudian memecahkan kaca mobil dengan menggunakan batu kali.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjuk sejumlah tokoh sebagai Tim Ahli Kegiatan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Koordinator Badan Musyawarah DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Saiful, menghadiri kegiatan launching…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Olimpiade Sains Madrasah (OSM) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 resmi digelar di…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) resmi meluncurkan program “Sidrap Free Stunting” melalui…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Presiden RI Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian Andi Amran…
This website uses cookies.