Persatuan Dokter Mata Indonesia Temui Gubernur Bahas Kesehatan Mata

Suriadi
Suriadi

Jumat, 10 Mei 2019 15:33

Persatuan Dokter Mata Indonesia Temui Gubernur Bahas Kesehatan Mata

TROYOAR.ID, Makassar – Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Sulsel melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM. Nurdin Abdullah (NA) di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (10/5).

Pertemuan ini guna membahas pembentukan Komite Mata Daerah Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Selain itu juga membahas terkait kesehatan mata di Sulsel.

Gubernur Sulsel menandatangani langsung SK yang ada. NA menyebutkan persuratan dan pelayanan harus dilakukan dengan cepat.

“Saya tidak boleh ada surat lewat dari dua hari,” kata Nurdin Abdullah.

Ketua Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Sulsel, DR. dr. Habibah Muhidin mengatakan silaturahmi ini membahas empat hal.

“Pertemuan kita ternyata menghasilkan banyak sekali pembahasan. Pertama dalam rangka pembentukan Komite Mata Daerah,” sebut Habibah Muhidin.

Komite Mata Daerah adalah komite yang nanti bertanggung jawab dalam membuat sistem, alur dan program untuk pencegahan kebutaan, merupakan bagian dari Komite Mata Nasional.

“Alhamdulillah, itu sudah selesai ditangani sudah sesuai dengan cepat,” ujarnya.

Selanjutnya, perhimpunan dokter ahli mata ini akan mengadakan Kongres Mata Nasional Ke-15 dan pertemuan ilmiah tahunan yang rencananya akan dilaksanakan di Hotel Claro Makassar, 26-28 September mendatang. Untuk welcome party dilaksanakan di Hotel Sheraton yang akan dihadiri oleh 2.700 anggota Permadi se Indonesia. Namun, untuk welcome party Gubernur menawarkan dilaksanakan di Rumah Jabatan.

Pembahasan juga menyangkut bagaimana pemberantasan kebutaan di Sulsel, penyakit mata katarak, diabetes melitus dan kebutaan pada anak sekolah. Berdasarkan data Komatnas tahun 2014 jumlah kebutaan di Sulsel 8.515 orang, sementara presentase katarak mencapai 64,3 persen.

“Beliau akan mensupport kita dalam pengembangan bank mata karena kita sekarang sudah mulai bekerja mengumpulkan donor-donor mata, itukan donor mata diambil dari kornea mata orang yang sudah meninggal,” jelasnya.

Untuk donor mata selama ini didapatkan dari India, Srilanka, Amerika atau dari Filipina. Dan sudah tiga tahun ini berjuang agar punya donor mata sendiri. Mereka yang masih hidup juga bisa mendaftar untuk jadi donor.

Habibah Muhidin mencontohkan, minggu lalu ada pendonor yang sudah meninggal. Mekanismenya mereka sebagai donor saat sudah meninggal dan keluarganya langsung melapor secepatnya. Karena mata donor harus segera diambil paling tidak satu jam setelah meninggal.

“Mereka sudah mendaftar sebelumnya, sekarang kami lakukan operasi sudah ditanamkan pada orang lain dan alhamdulillah bermanfaat pada orang lain,” pungkasnya.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah31 Juli 2026 15:49
Bulukumba Borong Lima Penghargaan pada Harganas ke-33 Sulsel, Bukti Komitmen Bangun Keluarga Berkualitas
WAJO Trotoar.id – Kabupaten Bulukumba kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dengan memboyong lima penghargaan pada Pering...
Metro31 Juli 2026 15:30
Penunjukan Andi Muzakkir Aqil Jadi Plt Ketua Demokrat Makassar Dinilai Perkuat Peluang Maju di Musda Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id – Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menunjuk Andi Muzakkir Aqil sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Part...
Daerah30 Juli 2026 17:31
Adnan Purichta Lantik Andi Muchtar Pimpin PMI Bulukumba, Tegaskan Jiwa Kemanusiaan Sang Bupati
BULUKUMBA, Trotoar.id – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bul...
Daerah30 Juli 2026 17:26
Putra Luwu Utara Ciptakan Mobil Listrik Marlip, Bupati Andi Rahim Dorong Produksi di Daerah
MAKASSAR, Trotoar.id – Kabupaten Luwu Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui inovasi putra daerahnya di sektor otomotif nasional. Ir...