Bappenas Jadikan Sulsel Contoh Reformasi Birokrasi di Indonesia

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Jumat, 17 Mei 2019 22:42

Bappenas Jadikan Sulsel Contoh Reformasi Birokrasi di Indonesia

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bekerja sama dengan Knowledge Sector Initiative (KSI) dan Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI), memilih Sulsel sebagai rule model untuk reformasi birokrasi di Indonesia.

Hal itu disampaikan pada pertemuan pengurus Yayasan non provit di Makassar,  BaKTI, pengurus KSI, Perwakilan Bappenas, dan Konsul Jenderal Australia di Makassar Richard Mathews dengan Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, Jumat (17/5).

Ria Arief dari KSI menjelaskan, lembaganya yang telah bertahun-tahun melaksanakan program bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia dalam meningkatkan kualitas kebijakan publik di Indonesia, dengan menggunakan riset, analis, dan bukti.

KSI yakin, dengan pengalaman mengubah birokrasi dan revolusi mental masyarakat Bantaeng, Prof HM Nurdin Abdullah memiliki kemampuan untuk mengubah birokrasi di Sulsel.

Menurut Ria Arief, tim mereka akan melakukan riset ke Bantaeng tentang perubahan drastis sistem birokrasi, pelayanan pemerintahan, dan sikap masyarakat.

Ria Arief optimistis, pengalaman Prof HM Nurdin Abdullah memimpin Bantaeng 10 tahun menjadi modal besar untuk mengubah birokrasi di Sulsel, ke arah yang mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan yang bermuara pada kemajuan ekonomi.

Bappenas berharap, jika Sulsel sukses menyederhanakan birokrasi, menyebabkan kultur bisa berkembang. Mesin ekonomi bergerak dipengaruhi oleh kinerja seluruh komponen dalam pemerintah dan masyarakat.

Menurut Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, dengan otonomi yang besar diberikan kepada daerah, semua kebijakan ada di tangan bupati dan walikota.
“Seharusnya daerah berkembang dan masyarakat maju karena 90 persen kebijakan di daerah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Nurdin Abdullah menceritakan pengalamannya mengubah pola pikir birokrasi selama 10 tahun di Bantaeng.
Hampir semua kebijakan yang diterapkan di Bantaeng dan juga akan diterapkan di Sulsel, harus ada kajian akademik.

“PAD naik harus sebanding dengan naiknya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Jika perencanaan pembangunan dimulai dengan musrembang, menurut Nurdin Abdullah, pembangunan pasti berdasarkan kebutuhan masyarakat dan produknya akan dirasakan oleh masyarakat.

Berdasarkan pengalaman di Bantaeng, untuk meningkatkan kapasitas SDM, Nurdin Abdullah lebih banyak mengirim petani dan pedagang untuk belajar di daerah-daerah yang sudah maju.
(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik04 Agustus 2026 18:02
Muhammad Yusuf Ritangnga: Saya Sudah Pamit dari NasDem Sebelum Bergabung dengan Gerindra
MAKASSAR, Trotoar.id – Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga menegaskan keputusannya bergabung dengan Partai Gerindra telah melalui komunikasi ya...
Politik04 Agustus 2026 17:48
Dikukuhkan Jadi Ketua Gerindra Selayar, Natsir Ali:Warna Saya Sudah Jelas
MAKASSAR, Trotoar.id – Bupati Kepulauan Selayar Natsir Ali menegaskan dirinya bukan kader Partai Golkar sebagaimana informasi yang sempat beredar. I...
Politik04 Agustus 2026 17:37
Rakorda Gerindra Sulsel Kukuhkan Tujuh Ketua DPC, Lima Kepala Daerah Jadi Amunisi Baru Partai
MAKASSAR, Trotoar.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan mengukuhkan tujuh kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabup...
Politik04 Agustus 2026 14:07
Rakorda Gerindra Sulsel Lakukan Penyegaran Pengurus, Fokus Konsolidasi Hadapi Tahapan Pemilu 2027
MAKASSAR, Trotoar.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) sebagai bagian dari ...